Diperiksa KPK, Bupati Rokan Hulu Bisa Langsung Ditahan

639
Pesona Indonesia
 Bupati Rokan Hulu Suparman. Foto: www.wartakriminal.co.id)

Bupati Rokan Hulu Suparman. Foto: www.wartakriminal.co.id)

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Rokan Hulu Suparman, sebagai tersangka dugaan suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2014 dan 2015 Provinsi Riau.

Bisa jadi KPK langsung menahan mantan anggota DPRD Riau tersebut. “Nanti tergantung pertimbangan penyidik,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2016).

Sebelumnya, Suparman menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada 10 Mei lalu. Diperiksa selama tiga jam, Suparman membantah pernah menerima suap dari mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

“Tidak ada yang saya terima. Bukan saya. Saya hanya diduga Pasal 55 (KUHP),” kata Suparman di luar gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Seperti diketahui, Suparman ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 8 April lalu. Selain itu, penyidik menetapkan tersangka mantan Ketua DPRD Riau Johar Firdaus.

Mereka diduga menerima suap sekira Rp 900 juta dalam Pembahasan RAPBDP 2014 dan 2015 Provinsi Riau.‎

Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat eks Gubernur Riau, Anas Maamun dan eks Anggota DPRD, Ahmad Kirjauhari.

Johar dan Suparman disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dan Ahmad Kirjauhari sebagai tersangka. Kirjauhari diduga menerima suap dari Annas atas pembahasan RAPBDP 2014 dan 2015. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar