Hukum Rukhsah Puasa Bagi Wanita Hamil & atau Menyusui

667
Pesona Indonesia
Ustadz Tommy Abdillah, aktivis Dakwah dan Anggota PMB Kota Batam. Foto: istimewah
Ustadz Tommy Abdillah, aktivis Dakwah dan Anggota PMB Kota Batam. Foto: istimewah

batampos.co.id – Ramadan tahun ini, batampos.co.id menghadirkan rubrik Salam Ramadan.

Rubrik ini berisi hal-hal terkait Ramadan, salah satunya tentang tanya jawab seputar puasa.

Ustadz Tommy Abdillah, aktivis dakwah yang juga anggota Persatuan Muballigh Batam (PMB) memberikan jawab atas pertanyaan yang masuk. Pertanyaan bisa dikirim ke grup WhatApp di nomor: 0811-1020-008.

Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang telah masuk:

1. Hukum rukhsah puasa bagi wanita hamil & atau menyusui

Ustadz Tommy, afwan saya mau tanya: apabila kondisi sebelum hamil akhwat ini selalu lemah & sering pingsan. Sekarang akhwat ini Alhamdulillah sudah hamil, kondisinya juga masih lemah & tidak memungkinkn untuk berpuasa. Apakah tetap harus mengqadha’ dengan puasa atau boleh membayar fidyah? Dan untuk mengqadha’ atau mmbayar fidyah tersebut waktunya kapan ustadz? Apakah ada waktu-waktu tertentu? Mohon penjelasannya!

Jazakallahu khairan

Dari Ibu Fitria

Jawab

Bismillahirrahmanirrahim.  Alhamdulillah wa syukurillah wa shalatu wa salamau ‘ala rasulillah SAW.

Ibu Fitria yg dirahmati Allah SWT. Terkait dgn ibu yg sedang hamil atau menyusui terkategori sbg seseorang yg berhak mendapatkan rukhsah dgn mengqadha puasanya dilain hari. Para ulama ikhtilaf apakah ia mengqadha puasa nya saja tanpa hrs membayar fidyah atau ia hrs mengqadha & membayar fidyah. Allah SWT berfirman,

{أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۚ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ} [البقرة : 184]

Artinya : (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS.Al-Baqarah:184).

1. Pendapat Madzhab Maliki & Hanafi:

Wanita hamil & menyusui jika berbuka, kelak wajib mengqadha’nya. Tidak perlu berturut-turut ketika mengqadha’nya. Ulama Maliki menambahkan wanita menyusui diwajibkan membayar fidyah, sedangkan wanita hamil tidak.

2. Pendapat Madzhab Hanbali &  Syafi’i:

Wanita hamil & menyusui yang berbuka puasa, kelak wajib mengqadha’nya tanpa membayar fidyah. Tetapi jika kekhawatirannya itu tertuju kepada diri anaknya saja, maka selain qadha juga wajib fidyah.

Walau bagaimanapun, berdasarkan ayat ini : Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya (berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.(QS.Baqarah: 184) hukumnya adalah wajib membayar fidyah kepada orang miskin bagi orang-rang  yang tidak mampu mengerjakan puasa.

Ibn Abbas r.a berkata: Ayat ini walaupun dimansukhkan, namun hukumnya tetap utk orang yg sangat tua, lelaki atau perempuan, yg tidak mampu berpuasa, maka ia harus memberi makan seorang miskin setiap harinya.(HR. Bukhari).

Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa Ibnu Abbas r.a berkata: Ayat tersebut diberlakukan bagi wanita hamil & yg sedang menyusui.

Membayar fidyah adalah dengan takaran sebanyak 1 mud berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas: “Barangsiapa tlh sangat tua yg tidak sanggup berpuasa Ramadhan, maka ia memberi fidyah sehari sebanyak 1 mud gandum” (HR. Bukhari). Riwayat senada dikeluarkan oleh Imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar.

Mud adalah ukuran takaran (bukan berat) yang setara dengan berat 544 gram gandum (al-qamhu).[Abdul Qadim Zallum, al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 62].

Jadi jika seorang ibu meninggalkan puasa karena hamil atau menyusui selama sehari, wajib membayar fidyah sebanyak 1 mud, jika 2 hari wajib 2 mud dst.

Wallahu a’lam

Respon Anda?

komentar