Hukum Wanita Haid Memasuki Masjid

523
Pesona Indonesia
Ustadz Tommy Abdillah, aktivis Dakwah dan Anggota PMB Kota Batam. Foto: istimewah
Ustadz Tommy Abdillah, aktivis Dakwah dan Anggota PMB Kota Batam. Foto: istimewah

batampos.co.id – Antusiasme masyarakat melaksanakan ibadah di bulan Ramadan luar biasa. Masjid-masjid penuh.

Namun, banyak juga muslimah yang tak bisa melaksanakan ibadah di masjid karena haid.

Berikut ulasan seputar wanita haid ingin memasuki masjid:

Assalamualaikum ustadz..
Mau nanya tentang wanita yang lagi haid, apa boleh masuk ke dalam masjid? Contohnya saat ada acara ceramah agama.  Syukron.

Wa ‘alaikumsalam wr.wb,

Bismillahirrahmanirrahim.  Alhamdulillah wa syukurillah wa shalatu wa salamau ‘ala rasulillah SAW.

Seorang wanita yg sedang haidh di dalam Islam dilarang untuk melakukan berbagai macam aktivitas ibadah seperti :

1. Shalat, puasa, haji, memasuki mesjid, berhubungan intim & membaca Al-qur’an. Hal ini didasarkan pd hadist dari Abu Sai’d al-khudri r.a, Nabi SAW bersabda,

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

Artinya : Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat & tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (HR. Bukhari no. 1951 & Muslim no. 79).

Para ulama ikhtilaf hukum wanita haid memasuki masjid sebagian mengharamkannya dengan tegas, sebagian lagi membolehkan dengan persyaratan meyakini tidak menetesnya darah haid di dalam masjid.

Saya mengikuti pendapat ulama yang melarangnya. Dalam hal definisi mesjid juga diperdebatkan apakah seluruh bagian dari sisi mesjid seperti serambi atau teras ataukah ruang utama masjid?

Dalam hal ini ulama menegaskan bahwa yang dikatakan ruangan masjid tempat yang digunakan untuk shalat fardhu & shalat Jumat.

Jadi kalau ada wanita haid datang ke mesjid untuk menghadiri majelis taklim tapi ia tidak memasuki mesjid maka diperbolehkan.

2. Menggauli istri dalam keadaan haid Allah Ta’ala berfirman,

فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim dengan) wanita di waktu haid.” (QS.Al- Baqarah:222).

3. Larangan berikutnya bagi orang yg sedang berhadats (hadats besar atau hadats kecil) termasuk wanita haid adalah tidak boleh menyentuh mushaf Al-qur’an secara keseluruhan atau sebagiannya.

Inilah pendapat para ulama empat madzhab (Imam Abu hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’ie & Imam Ahmad bin hambal). Dalil dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Artinya : Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yg disucikan.(QS. Al-Waqi’ah: 79).

Begitu pula dgn sabda Nabi SAW

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

Artinya : Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR.Hakim dalam Al-Mustadroknya, beliau mengatakan bhw sanad hadits ini adl shahih).

Akan tetapi bila wanita haidh membaca Al-Qur’an para ulama empat madzhab sepakat membolehkannya bagi orang yg sedang berhadats baik hadats besar maupun kecil selama tdk menyentuhnya seperti muraja’ah atau mengulang hafalan Al-qur’an atau jg mengajarkan Al-qur’an bagi anak2 dirumah.

Wallahu a’lam

Tommy Abdillah

WA: 0811-1020-008

Baca Juga: Hukum Rukhsah Puasa Bagi Wanita Hamil & atau Menyusui

Respon Anda?

komentar