Legenda Tinju Muhammad Ali Dimakamkan 10 Juni, Penggemar Boleh Datang

584
Pesona Indonesia
Seorang penggemar Muhammad Ali meletakkan karangan bunga di pohon di depan rumah duka Ali di Scottsdale, Arizona, 4 Juni 2016. Foto: NELSON ALMEIDA/AFP
Seorang penggemar Muhammad Ali meletakkan karangan bunga di pohon di depan rumah duka Ali di Scottsdale, Arizona, 4 Juni 2016. Foto: NELSON ALMEIDA/AFP

batampos.co.id – Penggemar Muhammad Ali bisa mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kepada petinju legendaris tersebut. Pihak keluarga menyatakan, Ali akan dimakamkan Jumat mendatang (10/6/2016). Siapa pun boleh hadir dalam pemakaman Ali.

Minggu (5/6/2016) jenazahnya dibawa dari Scottsdale, Arizona, menuju kota kelahirannya, Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS).

Kamis mendatang pihak keluarga menggelar pemakaman secara pribadi. Keesokan harinya, peti matinya dibawa mengelilingi jalanan Louisville sebelum digelar prosesi pemakaman dalam sebuah upacara besar.

Mantan Presiden Bill Clinton hadir dan memberikan ucapan untuk kali terakhir. Juara dunia tiga kali pada tinju kelas berat itu akan dimakamkan secara Islam, tapi upacaranya digelar dengan prosesi antar-iman.

”Prosesi ini dirancang untuk memungkinkan semua orang yang berada di sana (acara pemakaman, red) dari berbagai belahan dunia bisa mengucapkan selamat tinggal,” ujar Bob Gunnell, juru bicara pihak keluarga.

”Dia adalah penduduk dunia dan ingin orang-orang dari semua lapisan masyarakat bisa menghadiri pemakamannya,” tambah dia.

Upacara utama untuk penghormatan jenazah digelar di KFC Yum Center pukul 14.00 waktu setempat. Gedung itu berkapasitas 20 ribu orang. Seluruh prosesi akan disiarkan secara langsung di seluruh area gedung. Ali akan dimakamkan di Pemakaman Cave Hill.

Menurut Gunnell, upacara pelepasan Ali itu mencerminkan pengabdiannya kepada umat manusia dari berbagai ras, agama, dan latar belakang.

Gunnell menjelaskan, Ali meninggal pukul 21.10 waktu Arizona. Sesaat sebelum nyawanya lepas dari raga, Ali sempat mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya yang hadir.

Di akun Twitter-nya, Hana Ali menuliskan detik-detik terakhir bersama sang ayah Muhammad Ali. Dia menuliskan bahwa saat itu seluruh keluarga yang hadir berusaha tetap tabah. Mereka juga memeluk, mencium, dan memegang tangan Ali sambil membacakan doa-doa secara Islam.

”Saya lantas berbisik di telinganya. Kamu bisa pergi sekarang, kami akan baik-baik saja. Kami mencintaimu. Terima kasih. Kamu bisa kembali kepada Tuhan sekarang,” tulis Hana.

Dia menambahkan, seluruh organ tubuh Ali sudah tidak berfungsi, tapi jantungnya tidak mau berhenti berdetak. Jantungnya terus berdetak selama 30 menit yang menunjukkan kekuatan semangat dan kemauan Ali.

Sementara itu, rumah masa kecil Ali di Grand Avenue yang kini menjadi museum dipenuhi para penggemarnya sejak berita kematiannya mencuat. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Gedung-gedung di Louisville juga mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan. (AFP/Reuters/BBC/c10/sha)

Respon Anda?

komentar