Pembangunan Tiga Mega Proyek Terancam Batal

1616
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Pembangunan tiga proyek besar Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, yaitu Masjid Terapung, Pusat Kuliner dan Stadion Sulaiman Abdullah terancam batal dilaksanakan tahun 2016 ini. Pasalnya, Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pajak dari Pemerintah Provinsi Kepri tidak kunjung diserahkan kepada Pemko Tanjungpinang.

“Kita menunggu kejelasan bagi hasil provinsi. Sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Senin (6/6).

Pemko Tanjungpinang menunggu DBH lantaran tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang tahun 2016, yang ini tengah mengalami defisit. “Kita juga tidak mau nantinya jika dipaksakan justru berimbas terhadap program kemasyarakatan,” ujarnya.

Karena itu, dia tidak mau mengambil resiko dengan tetap melakukan lelang terhadap tiga proyek tersebut. “Semua dokumen sudah lengkap. Cuma belum dilelang karena masih menunggu DBH itu,” ujarnya.

Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono membenarkan pernyataan Lis Darmansyah. Dikatakan Riono, selain defisit dan menunggu DBH Provinsi Kepri, yang menjadi penyebab terhambatnya proses pembangunan ketiga proyek tersebut adalah kinerja SKPD terkait.

Riono menjelaskan, untuk pembangunan Stadion Sulaiman Abdullah yang telah dianggarkan sekitar Rp 22 M, terhambat karena terbentur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). “Karena dalam pembahasan awal dinas terkait mengatakan tidak perlu AMDAL. Tapi ketika mau pelaksanaan itu menjadi persoalan,” ujar Riono. Dan Pemko Tanjungpinang tidak menganggarkan untuk penyusunan dokumen AMDAL. “Mau tidak mau dipending dulu untuk menyusun AMDAL terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan Masjid Terapung yang telah dianggarkan sebesar Rp 30 M dan food court Rp 15 M terhambat karena instansi terkait tidak kunjung melaporkan hasil perhitungan proyek tersebut. “Saya sudah panggil tapi belum dihitung,” ujar Riono.

Tapi Riono menegaskan, Wali Kota Tanjungpinang tidak main-main dalam rencana pembangunan proyek tersebut. “Sudah dianggarkan, tapi ternyata dalam perjalanannya memang ditemui hambatan,” ujar Riono. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar