Tiga Ribu Umat Buddha Rayakan Dharmasanti Waisak di Karimun

1388
Pesona Indonesia
Tarian kipas yang diperankan oleh para pelajar di Coastal Area dalam acara Perayaan Dharmasanti Waisak 2560 BE/2016. foto:tri haryono/batampos
Tarian kipas yang diperankan oleh para pelajar di Coastal Area dalam acara Perayaan Dharmasanti Waisak 2560 BE/2016. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Sebanyak tiga ribu umat Buddha menghadiri Dharmasanti Waisak 2560 BE/2016, di Coastal Area pada Sabtu malam (4/6) lalu. Perayaan dengan tema, indahnya kebersamaan dalam Buddha Dhamma, diselenggarankan oleh Musyawarah Guru Agama Buddha (MGAB) yang bekerjasama dengan Vihara dan Cetiya se Kabupaten Karimun.

Kegiatan tersebut, diawali dengan prosesi keagamaan membawa lilin sambil berjalan menuju Tugu MTQ dan kembali ke pendopo panggung rakyat Putri Kemuning. Selanjutnya, para umat Buddha juga membawa berbagai sarana puja, kendaraan hias, simbol-simbol Buddhis, barisan umat dari para pandita agama Buddha.

Ketua panitia pelaksana Sariyanto mengatakan, perayaan Dharmasanti Waisak 2560 BE di Coastal Area dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Karimun yang mewakili Bupati Karimun dan tamu undangan.

“Dengan tema indahnya kebersamaan dalam Buddha Dhamma, supaya dapat menjaga kerukunan antar umat. Begitu juga terus tingkatkan kerjasama antara guru agama dengan pengurus Vihara/Cetiya di Kabupaten Karimun, demi perkembangan umat Buddha di Karimun, ” katanya.

Sedangkan, pesan Waisak disampaikan oleh Bhikkhu Silanando, dalam perayaan Waisak kali ini, sangat pentingnya cinta kasih dalam Buddha Dharma. Cinta kasih tidak hanya sekedar emosional, namun cinta kasih adalah tanggung jawab sebagai manusia untuk tidak mengganggu yang lain.

Sebab cinta kasih dapat diungkapkan dalam Bhinneka Tunggal Ika dengan menerima perbedaan, menghargai perbedaan dengan ketulusan hati. Perbedaan itu tidak mungkin dilebur, dibuang begitu saja dijadikan satu, tetapi menerima dengan ketulusan hati karena di antara perbedaan itu hakikatnya adalah tunggal. ” Tidak berbuat buruk karena keburukan itu menghancurkan dirinya dan orang lain,” pesannya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisatan dan Budaya Karimun, Syuryaminsyah mendukung perayaan hari Waisak di Coastal Area sebagai acara ritual agama. Selain itu dapat menarik wisatawan dari luar Karimun maupun mancanegara, untuk mempromosikan Karimun.

”Selamat hari raya Waisak. Semoga senantiasan berbahagia,” singkatnya. Usai proses keagamaan, dilanjutkan dengan pentas seni yang ditampilkan oleh para pelajar dan pengurus Vihara/Cetiya. Selain itu hadiri artis Buddhis dari Jakarta. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar