Vietnam Tahan Puluhan Aktivis Pembela Ikan

386
Pesona Indonesia
Aktivisi pencinta lingkungan melakukan unjuk rasa terkait matinya berton-ton ikan di laut yang terdampar di pantai-pantai di Vietnam. Namun pemerinah memilih menangkap para aktivis ini. Foto: EPA
Aktivisi pencinta lingkungan (pembela ikan) melakukan unjuk rasa terkait matinya berton-ton ikan di laut yang terdampar di pantai-pantai di Vietnam. Namun pemerinah memilih menangkap para aktivis ini. Foto: EPA

batampos.co.id – Ppelanggaran HAM di Vietnam terus menuai kritikan dari berbagai kalangan. Namun semua itu tidak membuat otoritas yang memegang kekuasaan di Vietnam berubah.

Malah, Minggu (5/6/2016) lalu puluhan aktivis pemerhati lingkungan ditahan gara-gara berencana menggelar aksi massa.

Mereka menuntut pemerintah lebih terbuka dalam penyelidikan kasus kematian berton-ton ikan di pantai sepanjang April lalu.

Kejadian itu berdampak luar biasa pada sektor pariwisata dan pencarian ikan di Vietnam.

Sejauh ini, pemerintah memang belum mengungkapkan penyebab kematian ikan-ikan tersebut kepada publik.

Padahal, Kamis (2/6/2016) pejabat pemerintah Mai Tien Dung sudah menyatakan bahwa para penyelidik mulai menyimpulkan penyebab matinya ikan-ikan itu.

Namun, hasilnya tidak akan diungkapkan sebelum mereka berkonsultasi dengan para pakar dari domestik maupun luar negeri. Kontan saja langkah pemerintah yang seakan-akan menutupi kasus tersebut membuat para pencinta lingkungan berang dan melakukan aksi kepedulian di berbagai kota.

Para aktivis akhirnya menggunakan media sosial untuk mendokumentasikan foto-foto rekan-rekan mereka yang ditahan pihak kepolisian. Baik yang belum mengikuti aksi massa maupun yang sudah bergabung turun ke jalan.

Penangkapan dilakukan di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Kantor berita AFP melaporkan, petugas keamanan sempat menyeret aktivis yang berhasil mereka tangkap.

Penangkapan besar-besaran terjadi di depan katedral di Hanoi. Ada 30 orang yang ditahan di lokasi tersebut. Mereka membawa spanduk bertulisan ’’Ikan Mati, Manusia Mati’’ dan ’’Tidak Ada Lagi Farmosa’’.

Farmosa adalah perusahaan baja asal Taiwan yang dituding sebagai dalang di balik skandal ikan itu. Sebab, lokasi perusahaan tersebut berada di dekat pantai tempat matinya berton-ton ikan itu.

Awalnya, media milik pemerintah juga menuding Farmosa sebagai dalangnya, namun kini mereka lebih memilih diam.

Selama ini, perusahaan-perusahaan asal Taiwan dan Tiongkok memang sangat banyak di Vietnam. Pemerintah biasanya membela kepentingan mereka yang menimbulkan kritik di masyarakat. Farmosa memilih untuk tidak berkomentar dan menunggu hasil penyelidikan pemerintah. (AFP/Reuters/sha/c23/kim/jpg)

Respon Anda?

komentar