Warga Batuaji Dijambret, Pelaku Dikejar, Terpojok, Eh, Keluarkan Benda Mirip Pistol

811
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Teti, warga Kavling Seroja, Sagulung berkisah dirinya dijambret di Jalan Raya Brigjen Katamso, Batauji, persisnya di depan SPBU Tanjunguncang atau sekitar 500 meter dari Polsek Batuaji, Minggu (5/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Wanita 23 tahun yang dibonceng Hengky, suaminya, menggunakan sepeda motor dijambret oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Kalung Teti dirampas oleh salah satu pelaku yang dibonceng.

”Kalung saya putus jadi dua bagian. Setengahnya tertinggal, setengahnya dibawa mereka (pelaku jambret),” kata Teti.

Melihat sang istri dijambret, Hengky dan beberapa warga pengguna jalan lainnya mencoba mengejar dua pelaku yang langsung tancap gas ke arah Pasar Fanindo itu.

”Suami saya teriak jambret, kebetulan jalanan lagi ramai orang-orang galangan yang baru pulang kerja ikut kejar mereka ke arah Fanindo,” ungkap Teti.

Namun saat kedua pelaku jambret itu terpojok di jalan raya depan Pasar Fanindo, salah satu pelaku mengeluarkan sebuah benda yang mirip seperti senjata api jenis pistol dan mengancam akan menembaki Hengky dan warga yang mengejar mereka.

”Jadi suami saya takut, warga yang bantu kejarpun tak berani dekat. Padahal sudah terpojok mereka,” ujar Teti.

Kedua pelakupun lolos dari kejaran warga karena mengeluarkan benda yang mirip pistol tersebut. Sementara akibat kejadian itu, Teti mengaku bukan saja mengalami kerugian setengah kalung yang dijambret pelaku, tapi juga trauma karena ditodong pakai pistol oleh pelaku jalanan itu.

”Gemetaran saya. Jadi trauma. Jalanan sudah tak aman lagi saat ini,” terangnya.

Kejadian itu memang tak dilaporkan ke kepolisian, hanya saja besar harapan Teti dan warga pada umumnya agar polisi lebih giat lagi melakukan patroli dan pencegahan terhadap keberadaan pelaku kriminal jalanan mulai dari Jambret, begal dan kelompok geng motor kriminal.

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji mengaku tak tahu kejadian itu sebab korban tak melapor.

”Tak ada laporan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said.

Kapolsek Batuaji, Kompol Andi Rahmansyah kepada wartawan lebih mengimbau agar masyarakat lebih waspada lagi ke depannya. Masyarakat diminta untuk bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. ”Caranya ya pastikan rumah aman saat ditinggal pergi, di jalan raya saat berkendaraan jangan membawa barang berharga yang mencolok, kendaraan parkir di tempat yang aman dan kunci ganda,” ujar Andi.

Tindakan preventif, sambung Andi, kepolisian gencar melakukan patroli rutin di semua lokasi di wilayah hukum Mapolsek Batuaji.

”Tim lapangan masih standby mulai dari patroli, anggota intel dan buser. Tapi kadang pelaku kriminal ini pandai. Mereka beraksi saat tak ada polisi, jadi peran aktif masyarakat untuk jadi polisi bagi diri sendiri itu penting,” ujar Andi.

Khusus selama bulan puasa ini, sambung Andi, anggota patrolinya akan fokus melakukan pengawasan di semua lokasi yang dianggap rawan baik di jalan raya maupun di komplek perumahan.

”Patroli akan dipadati dimulai pukul 16.00 WIB hingga tarawih, tengah malam, serta subuh sampai pagi,” kata Andi lagi.

Kepada pengurus masjid, Andi juga mengimbau agar menempatkan tenaga pengaman khusus di sekitar lokasi masjid agar menjaga areal masjid dan parkir masjid untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. (eja)

Respon Anda?

komentar