Batam Kebanjiran Pencari Suaka, Wasdakim Kewalahan

875
Pesona Indonesia
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Batam (Wasdakim) Batam, Muhammad Novyandri mengaku kewalahan menghadapi ratusan para pencari suaka (pengungsi) yang datang dari negara-negara bertikai ke Indonesia.

“Jelas, kita dibidang pengawasan dan penindakan orang asing kewalahan dengan pengungsi ini. Apalagi di segi personil, kita masih berjumlah 18 orang,” ujar Novyandri, kemarin (7/6).

Berdasarkan detensi dari Ruang Detensi Imigrasi Sekupang, pengungsi berjumlah 58 orang. Masing-masing dari empat negara diantaranya Afganistan berjumlah 32 orang, Irak 8 orang, Iran 2 orang, dan Palestina 16 orang.

“Untuk yang di Rudenim Sekupang mereka yang statusnya sebagai refugee (pencari suaka) berjumlah 51 orang, dan asylum (mengusulkan sebagai pencari suaka) sebanyak tujuh orang,” jelas Andri.

Sedangkan data Deteni di Hotel Kolekta berjumlah 285 orang. Masing-masing dari tujuh negara diantaranya Afganistan 121, 4 orang Irak, 7 orang Yaman, Somalia 63 orang, Ethopia 6 orang, Sudan 74 orang, dan Pakistan 10 orang

“Yang di hotel Kolekta ini untuk refugee 53 orang, asylum 221 orang,” katanya.

Sedangkan yang di Taman Aspirasi persis di depan kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam berjumlah 8 orang yang status mereka masih “jalan-jalan” (bukan pencari suaka bukan juga yang mengusulkan menjadi pencari suaka).

Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi, ia mengaku sudah melaporkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM. Seperti diketahui, Indonesia negara ketiga di dunia yang masih menerima para pencari suaka.

“Kita tidak bisa melarang atau mencegah mereka untuk masuk ke Batam karena itu melanggar HAM,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar