Beli Pesawat Rp 1,2 Miliar hanya untuk Ditenggelamkan di Laut

737
Pesona Indonesia

airbusbatampos.co.id – Ini artikel menarik, bagaiman sebuah negara merancang tujuan wisata.

Turki sengaja menenggelamkan pesawat jet komersial Airbus A300 di perairan dekat resor Kusadasi, Provinsi Aydin, Sabtu (4/6).

Burung Besi jumbo ini ditenggelamkan ke dasar laut karena diharapkan akan menjadi terumbu karang buatan. Tujuan jangka panjangnya menjadikan kawasan itu spot menarik untuk menyelam.

“Tujuan kami adalah membuat Kusadasi sebagai pusat pariwisata selam. Selain itu, melindungi kehidupan bawah air. Dengan tujuan tersebut, kita semua telah melihat salah satu bangkai kapal terbesar di dunia,’’ ujar Wali Kota Aydin Ozlem Cercioglu saat memimpin prosesi penenggelaman itu.

Turki sebelumnya juga menenggelamkan pesawat untuk dijadikan terumbu karang. Namun hanya sebuah pesawat kecil, bukan Airbus A300 yang memiliki panjang 54 meter.

Otoritas setempat menyatakan, Turki merupakan negara pertama di dunia yang menggunakan pesawat Airbus A300 untuk terumbu karang buatan.

Pesawat yang ditenggelamkan itu sudah berusia 35 tahun. Pemerintah setempat membelinya 270 ribu lira (Rp 1,2 miliar). Sejak April lalu pesawat tersebut dibongkar di Istanbul. Bahan-bahan yang sekiranya tidak dibutuhkan dan berbahaya untuk lingkungan telah diambil.

Butuh waktu 2,5 jam sebelum pesawat itu benar-benar tenggelam di dasar laut. Beberapa penyelam membantu mengarahkan agar pesawat Airbus tersebut bisa ditempatkan di posisi yang tepat. Airbus itu akhirnya berbaring sekitar 20–25 meter dari permukaan laut.

Pemerintah Turki memang membutuhkan hal luar biasa untuk menarik wisatawan. Sebab, teror yang terus mendera negara tersebut membuat sektor pariwisata kian terpuruk.

Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Israel, dan negara-negara lainnya menerbitkan travel warning untuk kunjungan ke Turki. Padahal, selama ini sektor pariwisata menjadi penyokong perekonomian di Turki. Lebih dari 1 juta penduduk tercatat bekerja di sektor itu.

Berdasar data yang dirilis The Wall Street Journal, pendapatan dari sektor pariwisata pada kuarter terakhir tahun lalu turun 14,3 persen. (afp/rt/sha/c15/any/jpnn)

Respon Anda?

komentar