Buka Kuota Impor Sembako

527
Pesona Indonesia
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Asmin Patros mengungkapkan, ada baiknya Pemerintah Provinsi Kepri mulai menimbang dan melakukan kajian mengenai pembukaan kuota impor sembako.

“Karena kebutuhan pasar setia bulan Ramadan selalu tinggi, tapi barangnya tidak ada. Makin melambung harganya,” ungkap Asmin, kemarin.

Bilamana sekadar mengandalkan pasokan sembako dari daerah lain, di mata Asmin bukan hal yang tidak mungkin. Hanya saja, ia menilai ketergantungan yang tinggi semacam ini juga punya dampak lain semisal tarif angkut dari daerah asal hingga sampai ke Kepri yang bisa seketika melambung tinggi.

“Dengan kondisi geografis yang berjauhan dari daerah lain, belum lagi kemungkinan cuaca buruk, bisa menghambat pasokan dari daerah lain,” ungkap Asmin.

Sepanjang bulan suci Ramadan, harga-harga kebutuhan pokok di pasaran merangkak naik sehingga menyulitkan sebagian besar masyarakat. Dari itu, langkah untuk membuka kuota impor masuknya sembako dari negara tetangga dianggap langkah tepat dalam menekan persoalan harga ini.

Sementara itu, sejumlah warga di Tanjungpinang sudah mulai mengeluhkan kondisi tersebut. Yanti (28), ibu rumah tangga, mengeluhkan adanya kabar bakal melambungnya harga gula di pasar. Ibu dua anak ini mengatakan, jika kebijakan pemerintah pusat terkait larangan impor barang dari negara luar tetap dilakukan, dipastikan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah bakal jadi korban dari kebijakan tersebut.

“Kenapa tetap memaksa untuk diterapkan. Kan kasihan masyarakat bawah kena dampaknya langsung,” keluh Yanti di Pasar Baru Tanjungpinang.

Karena itu Yanti berharap, agar antara pemerintah daerah dan pusat bisa mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan yang menyangkut masyarakat dengan ekonomi dibawah rata-rata. “Ya semoga saja, masalah ini bisa diantisipasi sebelum berdampak besar ke depannya. Kita masyarakat kecil juga berharap, kalau bisa harga kebutuhan pokok itu tetap jangan terlalu mahal,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar