Bupati Rokkan Hulu Resmi Ditahan KPK

590
Pesona Indonesia
Bupati Rokan Hulu Suparman. Foto: www.wartakriminal.co.id)
Bupati Rokan Hulu Suparman. Foto: www.wartakriminal.co.id)

batampos.co.id – Baru sebulan dilantik jadi Bupati Rokan Hulu (Rohul) Riau, Suparman, kini mendekam di balik jeruji sel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suparman ditangkap terkait status tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan Rancangan APBD-Perubahan 2014 dan RAPBD Tambahan 2015 Provinsi Riau.

Mantan anggota DPRD Riau itu keluar dari Gedung KPK, Selasa (7/6/2016), mengenakan rompi tahanan warna oranye. Ia tak banyak bicara terkait penahanan ini.

“Saya tidak akan mencari kambing hitam. Saya akan hormati proses hukum ini,” ujar Suparman sebelum masuk ke mobil tahanan.

Suparman ditahan untuk 20 hari pertama. Dia ditahan di Rumah Tahanan Guntur Jaya Cabang KPK.

“Ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Guntur,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati.

Selain Suparman, tersangka lain dalam kasus ini yakni Johar Firdaus. Johar merupakan Ketua DPRD Riau 2009-2014. Ia juga ikut ditahan menyusul Suparman, Selasa (8/6/2016) petang.

Sebelum ditahan, Johar menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam di Gedung KPK. Dia baru keluar pukul 18.30 WIB mengenakan rompi tahanan oranye.

“Tadi kesepakatan kami, saya kan diperiksa sebentar tadi, kemarin dan segala sesuatunya saya serahkan kepada pengacara saya,” ujar Johar sebelum naik ke mobil tahanan.

KPK menetapkan Suparman dan Johar Firdaus sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan RAPBD Riau tahun 2014 dan atau RAPBD Tambahan Riau 2015.

Suparman merupakan anggota DPRD Riau periode 2014-2019. Namun, dia mundur dari jabatannya karena terpilih sebagai Bupati Rokan Hulu periode 2016-2021. Suparman baru dilantik sebagai bupati pada 19 April 2016 lalu.

Adapun penetapan tersangka keduanya ini merupakan perkembangan dari kasus yang juga telah menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun dan mantan anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari. Suparman dan Johar diduga juga turut menerima suap.

“Sangkaannya bersama-sama, maka (uang yang diterima Johar dan Suparman) sama dengan yang diterima AK (A Kirjauhari) sekitar Rp 800-900 juta,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Baik Suparman maupun Johar sama-sama dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ?juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada Kamis 17 Desember 2015, majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada terdakwa Ahmad Kirjauhari. Dia terbukti bersalah dalam kasus suap APBD Riau tahun 2014-2015.

Tidak hanya itu, Hakim juga menyebutkan tiga orang mantan Anggota DPRD Riau yang menjadi saksi, yakni Suparman¸ Johar Firdaus dan Riki Hariansyah turut serta dalam kasus dugaan Korupsi berjamaah tersebut. Annas Maamun juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar