Dua Balita Meninggal Karena DBD

878
Pesona Indonesia
 Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay

batampos.co.id – Selama Januari – Mei 2016, sebanyak 237 orang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Dua diantaranya, yaitu balita meninggal dunia.

“Penderita didominasi anak usia 5-15 tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, Selasa (7/6).

Menurut Rustam, anak-anak memang lebih rentan terjangkit DBD. Meskipun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa menderita penyakit serupa.

Dari 237 kasus, sebanyak 60 persen lebih kasus terjadi di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dimana kecamatan itu memiliki jumlah penduduk terbanyak dibandingkan tiga kecamatan lainnya di Kota Tanjungpinang.

Rustam melanjutkan, berdasarkan data, terjadi penurunan jumlah penderita DBD di periode sama pada tahun sebelumnya. “Tahun 2015 ada 358 kasus dan tahun 2014 ada 559 kasus,” ujarnya.

Rustam lantas mengimbau masyarakat Kota Tanjungpinang untuk tetap mewaspadai penyakit DBD yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu. Dikatakannya, mewaspadai penyakit DBD harus telah dimulai sejak nyamuk berada dalam fase jentik.

Dikatakan Rustam, Dinkes terus berupaya meminimalisir kasus DBD. Diantaranya dengan selalu melakukan sosialisasi untuk mengandalkan 3M, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar