Empat Komponen Bermasalah, Mitsubishi “Tarik” 124.435 Mobil

697
Pesona Indonesia
Mitsubishi Pajero Sport. Foto: istimewah
Mitsubishi Pajero Sport. Foto: istimewah

batampos.co.id – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memanggil pemilik 124.435 unit Mitsubishi di Indonesia untuk dilakukan pengecekan ulang terhadap kendaraan mereka. Jenis mobil yang diperiksa adalah Strada Triton, Lancer, Pajero, Pajero Sport, Delica, dan L300.

Secara spesifik, sesuai instruksi prinsipalnya di Jepang, yaitu Mitsubishi Motors Corporation (MMC), KTB harus melakukan empat kampanye pemeriksaan dan perbaikan kepada semua jenis mobil yang dimaksud. Pemeriksaan dan perbaikan itu dimulai penggantian airbag inflator untuk 10.927 unit kendaraan Strada Triton Exceed & GLS AB (keluaran 2006–2014) serta 61 unit Lancer GLX & SEI (2007–2010).

Kemudian, ada kampanye aplikasi grease combination switch untuk Pajero Super Exceed 3.8 (2008 sampai 2013) sebanyak 62 unit, Pajero Sport (2009–2014) sebanyak 67.889 unit, Delica (2014) sebanyak 71 unit, Lancer EX & Lancer Evolution (2009–2010) sebanyak 1.401 unit, dan Strada Triton (2009–2010) sebanyak 53.778 unit.

Ketiga kampanye penggantian ETACS ECU untuk 79 unit Lancer EX dan Lancer Evolution (2009–2010). Lalu, ada kampanye penggantian fuel tank pada 740 unit L300 (2014). Secara total, unit yang terlibat dalam upaya pemanggilan kembali (recall) kendaraan yang sudah terjual itu mencapai 124.435 unit.

”Hingga saat ini, tidak ada laporan adanya insiden yang terkait dengan kondisi tersebut. Namun, kampanye itu tetap perlu dilakukan sebagai bentuk komitmen KTB dalam menjaga kualitas produk kendaraan secara berkesinambungan,” ungkap manajemen KTB.

Selain itu, kampanye tersebut adalah upaya dalam menyediakan produk terbaik dan memberikan jaminan pelayanan purnajual berkuaitas untuk para pengguna Mitsubishi di Indonesia.

KTB akan mengirimkan surat undangan resmi kepada konsumen yang kendaraannya terlibat kampanye. Undangan tersebut dikirim melalui diler resmi di masing-masing daerah.

Tidak ada biaya apapun dalam program recall. Program tersebut berlangsung mulai 6 Juni 2016 sampai selesai.

”Tentunya, KTB akan melakukan yang terbaik untuk memastikan seluruh kendaraan yang terlibat mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh serta penggantian komponen apabila ditemukan kerusakan. Hal itu demi menjamin performa optimal dalam penggunaannya,” jelasnya.

Secara terperinci, kampanye perbaikan atau pemeriksaan airbag inflator dilakukan pada saat mengembang (apabila memenuhi persyaratan kerjanya). Sebab, airbag inflator berpotensi melepaskan partikel yang dapat menyebabkan cedera. Sampai saat ini, penyebab utama dari hal tersebut masih diinvestigasi.

Untuk combination switch, ketika turn signal (lampu belok) atau wiper switch (pembersih kaca) dioperasikan, gesekan yang sangat kecil terjadi di dalam terminal dan menghasilkan oksidasi residu keausan yang akan mengurangi fungsi switch. Akibatnya, head lamp, clearance lamp, tail lamp, atau fog lamp berpotensi tidak berfungsi saat switch dioperasikan. Sejauh ini, masalah seperti itu belum ditemukan di Indonesia.

Lalu, kampanye ETACS ECU terkait ditemukannya potensi tegangan yang tidak stabil dalam komponen tersebut dapat mengakibatkan head lamp (lampu utama) dan wiper tidak berfungsi. Penggantian ETACS ECU dilakukan sebagai tindakan pencegahan masalah tersebut.

Sementara itu, ditemukannya potensi pengelasan yang kurang sempurna pada fuel filler neck dapat mengakibatkan kebocoran pada fuel tank alias tangki bahan bakar. (gen/c5/oki/jpg)

Respon Anda?

komentar