Jangan Panik, Sembako Cukup hingga Lebaran

443
Pesona Indonesia
Asisten II Arnadi Supaat bersama tim monitoring berdialog dengan pedagang pasar sayur Tanjungbatu saat memantau ketersediaan bahan pangan dan bumbu-bumbuan, Selasa (7/6) kemarin. foto:imam soekarno/batampos
Asisten II Arnadi Supaat bersama tim monitoring berdialog dengan pedagang pasar sayur Tanjungbatu saat memantau ketersediaan bahan pangan dan bumbu-bumbuan, Selasa (7/6) kemarin. foto:imam soekarno/batampos

batampos.co.id – Tim Monitoring yang diketuai Asisten II Pemkab Karimun, Arnadi Supaat, melakukan peninjauan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kundur, Selasa (7/6) kemarin. Tim yang turut diikuti Kepala Bagian Ekonomi, Kabd Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Camat Kundur, mendapati jika kebutuhan pokok diyakini mencukupi hingga lebaran. Begitu pula untuk stok, dijamin terpenuhi.

Selain memastikan ketersediaan bahan pangan, Tim Monitoring juga memantau stok bahan bakar minyak (BBM) di APMS PT Kundur Mas. Hasilnya stok bahan pangan mencukupi, dan harga kebutuhan stabil. Sehingga masyarakat tidak perlu panik.

“Iya hari ini saya bersama tim memantau ketersediaan bahan pangan serta bumbu-bumbuan berdialog langsung ke pedagang pengecer maupun distributor. Dari keterangan pedagang pengecer stok cukup dan harga stabil, hanya saja ada beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan. Seperti gula pasir, telur ayam ras dan wortel naik berkisar Rp 1.000 sampai 2.000 perkilogramya,” kata Arnadi.

Ditambahkan, Tim Monitoring memantau di pasar tradisional Tanjungbatu, toko pengecer serta gudang beras. Untuk stok beras besok baru tiba sebanyak 90 ton jenis beras merek jeruk, terkait harga bervariasi tergantung kualitas beras tersebut. Sehingga masyarakat tidak perlu panik karena persediaan mencukupi.

Selain itu Tim Monitoring juga meninjau stok bahan bakar minyak (BBM) baik premium maupun minyak tanah masih cukup. Bahkan PT Kundur Mas sudah mendapat tambahan 75 ton premium yang diperkirakan kebutuhan cukup hingga perayaan Idul Fitri mendatang.

Ditanya rencana menggelar operasi pasar, Arnadi menjawab kemungkinan ada waktunya, sebab masih diatur sambil berkoordinasi dinas instansi terkait. Ditambahkan kemungkinan bukan operasi pasar tapi akan menggelar pasar murah harga di bawah harga pasaran langkah ini untuk mengantisipasi naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, Wati, 45 seorang pengunjung pasar mengharapkan agar pemerintah terus mengontrol harga bahan pangan terlebih harga gula pasir sudah tembus Rp16.000 per kilogram. Diperkirakan harganya akan terus naik.

Selain itu harga telur ayam juga naik Rp 49.000, sebelumnya hanya Rp 41.000 per papan. Sementara harga cabai merah keriting sebelumnya hanya Rp 25.000 naik Rp 30.000 perkilogram dan harga wortel juga naik cukup tajam. “Kami berharap agar pemerintah terus memantau sehingga harga stabil selama Ramadan maupun menjelang Idul Fitri,” katanya. (ims/bpos)

Respon Anda?

komentar