Jelang Pembukaan EURO 2016, Paris Bersolek

1087
Pesona Indonesia
Stade de France, Saint-Denis, Paris, stadion tempat pembukaan Piala EURO 2016. Foto: @UEFAEURO/twitter
Stade de France, Saint-Denis, Paris, stadion tempat pembukaan Piala EURO 2016. Foto: @UEFAEURO/twitter

batampos.co.id – Meski dilanda berbagai persoalan jelang pembukaan Euro 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Paris, mulai dari masalah keamanan yang masih waspada, banjir, dan pemogokan pekerja kereta api, namun Paris tetap siap berpesta.

Namun mendung dan hujan dalam sepekan terakhir membasahi Paris juga tak terlihat lagi. Sepertinya, alam ikut berkonspirasi untuk menunjukkan bahwa Paris bisa jadi tuan rumah Euro 2016 yang baik.

Ya, setidaknya itu terlihat Selasa (7/6/2016), cuaca benar-benar cerah dan hangat. Matahari tak lagi malu-malu menampakkan batang hidungnya.

Setelah pada hari pertama (5/6/2016) kedatangan Jawa Pos (grup batampos.co.id) langsung singgah ke Parc des Princes sebagai salah satu venue Euro 2016 dan sempat pula melihat persiapan di Fan Zone Menara Eiffel yang lagi bersolek layaknya gadis yang menunggu sang pujaan di malam minggu.

Jawa Pos mengunjungi venue lain di Paris yang pada 10 Juni nanti akan menjadi pusat perhatian dunia, yakni Stade de France, Saint-Denis. Ya, stadion yang dipakai untuk pembukaan Euro 2016 yang akan melangsungkan pertandingan tuan rumah Prancis versus Rumania.

Saint-Denis berada di utara Paris. Daerah pinggiran, mirip-mirip relasi Tangerang dengan Jakarta atau Sidoarjo dengan Surabaya. Hanya, Paris tak seluas Jakarta. Dari pusat kota Paris, jaraknya sekitar 9-10 kilometer menuju Saint-Denis. Bedanya dengan Jakarta atau Surabaya, tentu saja transportasi umumnya.

Dari Paris menuju Saint-Denis adalah beberapa opsi transportasi, bisa bus kota atau kereta metro. Tapi, pilihan paling mudah dan tentu saja anti macet adalah kereta metro. Ada empat empat stasiun kereta metro yang berdekatan dengan Stade de France, yakni Stade de France Saint-Denis, La Plaine Stade de France, Saint-Denis Porte de Paris, dan Basilique de Saint-Denis.

Kereta metro jalur 13 yang paling umum dipakai menuju ke sana dari pusat kota. Begitu mencapai Saint-Denis, silakan pilih turun dari salah satu di empat stasiun itu. Rata-rata jarak tempuhnya hampir sama dari stasiun menuju stadion yang jadi markas timnas Prancis itu, yakni sekitar 10-15 menit jalan kaki.

Atmosfernya terasa berbeda ketika mengunjungi Parc des Princes dengan Stade de France. Ada sedikit keangkuhan khas Prancis saat kali pertama melihat stadion berkapasitas 81 ribu penonton tersebut. Dan, tentu saja karena venue pembukaan, mereka sedikit lebih sibuk.

Kalau Parc des Princes tertutup rapat, maka Stade de France sudah mulai terbuka, tapi khusus mereka yang memiliki akreditasi. Jawa Pos memilikinya sebagai media cetak peliput major tournament empat tahunan tersebut sehingga memiliki akses memasuki stadion.

Tentu saja, pengamanannya sangat ketat. Tak ada tentara atau polisi yang terlihat di sekitar Stade de France, hanya petugas keamanan swasta. Untuk masuk ke area stadion, untuk saat ini hanya ada satu pintu. Ada dua penjaga di pintu, seorang perempuan dan laki-laki. Tapi, sama dingin dan tegasnya.

Kemudian, masih ada pintu lapisan kedua, meski tak seketat pintu pertama, tapi tetap saja penjaganya serem dan jarang senyum. Setelah itu, terlihatlah aktivitas dari beberapa pekerja untuk persiapan pembukaan. Yang terlihat sibuk adalah konter sponsor Turkish Airlines.

”Hari ini kami mendapat jadwal untuk mulai menata konter dan papan sponsor di lapangan. Semuanya sudah siap. Tidak sabar menunggu pembukaan, pasti akan sangat ramai dan menyenangkan,” kata Meline Le Sommer, pekerja di konter itu.

Selain konter Turkish Airlines, sejumlah konter lainnya sudah lebih dulu berdiri, termasuk penjualan asesoris resmi Euro 2016. Jurnalis dari media yang terakreditasi mendapat lokasi masuk melalui pintu U.

Meski pembukaan sudah di depan mata, suasana di dalam media center Stade de France masih sepi. Dari ratusan kursi yang tersedia hanya ada empat jurnalis yang duduk dengan kesibukan masing-masing. Lebih banyak volunteer yang berjaga. ”Biasanya satu hari sebelum pembukaan baru para jurnalis datang. Tapi, sudah sebagian besar mengambil akreditasinya,” kata Marie Laure, volunteer di Stade de France.

Di lapangan, kesibukan lebih terasa. Ada petugas yang memeriksa spider cam alias kamera yang nantinya di tempatkan di atas stadion. Juga, para pekerja yang merapikan papan sponsor serta logo-logo yang berada di belakang gawang. Di area media, beberapa televisi yang memiliki akses sudah mulai memasang posisi yang tepat untuk pengambilan gambar.

Sama halnya dengan di Stade de France, di Fanzone Basilique deSaint-Denis juga persiapan terus digeber. Masih tertutup rapat dan belum bisa diakses oleh siapapun kecuali petugas. Bahkan, media juga belum dibolehkan masuk karena pekerjaan masih dilakukan.

Berbeda dengan Fanzone Menara Eiffel yang sudah lebih dulu bersiap-siap dan lebih terbuka. Yang menjadi salah satu daya tarik dari Fanzone Menara Eiffel adalah bola raksasa yang ditempatkan di kolong menara. Spot foto yang menarik dari kejauhan. Seolah menunjukkan Paris siap menantikan para pecinta bola. (ca/jpgrup)

Respon Anda?

komentar