Pak Gubernur, Petani di Lingga Berharap Ada Subsidi untuk Pupuk

713
Pesona Indonesia

sawah-linggabatampos.co.id – Ady Indra Pawennari, Pimpro percetakan sawah mengatakan kendala dilapangan percetakan sawah perdana di Sungai Besar adalah masalah ketersediaan pupuk dan obat-obatan pengendali hama. Meski tanah yang subur dan irigasi yang dibuat begitu membantu percetakan sawah, namun menjelang panen perdana perlu penangan ekstra agar padi yang telah berbulir tidak mati dimakan hama.

Hingga saat ini dijelaskan Ady, sang pahlawan inovasi tersebut belum ada upaya pemerintah membantu ketersediaan ketahanan pangan Kepri. Seperti penyediaan pupuk subsidi yang telah beberapa kali disampaikan dalam pertemuan langsung dengan pemerintah pemprov beberapa waktu lalu.

“Kendala utama dipenanaman perdana ini adalah ketersediaan pupuk dan obat-obatan pengendali hama seperti pengerek batang dan walang sangit,” ungkapnya, Selasa (7/6).

Sementara untuk pupuk, keterbatasan stok di Lingga, pihaknya terpaksa mendatangkan langsung dari Jambi pulau Sumatra maupun langsung dari pulau Jawa. Padahal, kata Ady, kedua kebutuhan petani ini tidak boleh jauh dan harus selalu tersedia. Jika tidak, akan mengancam hektaran sawah yang telah ditanami.

“Pupuk sampai saat ini, kita datangkan langsung dari Jambi. Sebagian lagi dari pulau Jawa. Padahal, kedua hal ini kebutuhan utama. Bila padi diserang hama, penanganan tidak boleh lambat. Hanya hitungan hari, jika tidak batang padi dan bulirnya bisa habis,” jelas Ady lagi.

Pupuk dan obat pengendali hama, dikatakan Ady selama ini yang digunakan sawah Sungai Besar adalah nonsubsidi. Alias, bukan bantuan pemerintah yang artinya menambah ongkos produksi dan jauh lebih mahal.

“Sampai saat ini, saya masih datangkan yang Nonsubsidi dari Jambi,” paparnya.

Diakuinya, perbedaan harga sangat signifikan. Tiga jenis pupuk yang menjadi kebutuhan sawah dikatakan Ady seperti Urea Rp 6.500/Kg, TSP Rp 6.500/Kg dan NPK Rp 7.000/Kg.

“Padahal jika ada pupuk subsidi, harganya jauh lebih murah. Urea saja hanya Rp 2.000/Kg. Tentu sangat membantu,” katanya.

Ia berharap, menjelang panen perdana ini, pemerintah Kepri secepatnya menyediakan pasokan pupuk subsidi maupun obat pengendali hama ke Lingga. (mhb)

Respon Anda?

komentar