Penyengat Hanya 10 Menit dari Ibukota, Tapi Sinyal Telekomunikasi Buruk

1114
Pesona Indonesia
Pulau Penyengat. foto:yusnadi/batampos
Pulau Penyengat. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Warga Pulau Penyengat mengeluhkan akses komunikasi yang tidak lancar. Padahal, lokasi pulau yang dicanangkan menjadi warisan sejarah dunia itu lokasinya tidak jauh dari Ibu Kota Provinsi Kepri. Hanya memakan waktu sekitar 10 menit perjalanan laut.

“Warga Pulau Penyengat butuh tower telekomunikasi untuk kelancaran komunikasi,” ujar Tokoh Masyarakat Pulau Penyengat, Raja Abdurrahman, Selasa (7/6).

Ketiadaan tower telekomunikasi di Pulau Penyengat menyebabkan akses telekomunikasi terhambat. “Kalau nelpon putus-putus karena tidak ada sinyal,” ujarnya.

Tidak hanya dikeluhkan oleh penduduk setempat, ketiadaan sinyal telekomunikasi di situs bersejarah tersebut juga dikeluhkan oleh wisatawan yang datang. “Wisatawan kadang mengeluhkan sinyal di Penyengat,” ujarnya.

Abdurrahman menuturkan, beberapa tahun lalu pernah dibangun tower telekomunikasi. Namun sekitar tiga tahun lalu, tower telekomunikasi dari salah satu operator itu tersambar petir. Akibatnya merusak sebagian dinding dan menara masjid. “Alhasil tower dibongkar,” ujarnya. Hingga saat ini, pihak provider belum kembali melakukan pemasangan tower.

Abdurrahman mengatakan, masyarakat Pulau Penyengat berharap adanya tower telekomunikasi untuk mendukung akses komunikasi. Tapi, dia meminta pembangunan tower dilakukan di kawasan yang jauh dari kawasan situs sejarah.

Menanggapi itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengaku belum mengetahui hal itu. “Saya belum mendengar keluhan secara langsung,” ujarnya. Tapi, dia akan mengupayakan supaya tower telekomunikasi kembali dibangun di Pulau Penyengat. “Hari ini (kemarin,) saya akan segera berbicara dengan provider bersangkutan. Untuk menanyakan kendala sekaligus solusinya,” ujarnya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar