Polda Belum Limpahkan Kasus Korupsi Bansos Natuna

594
Pesona Indonesia
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, masih menunggu pihak Polda Kepri melimpahkan kasus korupsi bantuan sosial LSM BP Migas senilai Rp 3,25 miliar, dengan dua tersangka yakni M Nazir dan Erianto yang sebelumnya telah dinyatakan lengkap (p21).

Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono, melalui Kasipenkum, Wiwin Iskandar mengatakan nantinya setelah dilimpahkan pihaknya memiliki waktu untuk melanjutkan berkas kedua tersangka pada tahap penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

”Setelah dilimpahkan, nanti kami akan menunjuk Jaksa yang akan menangani perkara tersebut untuk menyusun dakwaan dan sidang di Pengadilan Tipikor,” ujar Wiwin, Selasa (7/6).

Selain itu, kata Wiwin, setelah dilakukan pelimpahan tahap dua. Nantinya kedua tersangka tersebut secara otomatis akan menjadi tahanan Kejaksaan.

”Yang jelas kami masih menunggu kapan pihak Polda Kepri akan melimpahkan kedua tersangka tersebut,” kata Wiwin.

Seperti diketahui, Polda Kepri menetapkan Ketua LSM BP Migas Kabupaten Natuna M Nazir dan bendaharanya Erianto, sebagai tersangka atas kasus korupsi dana bansos senilai Rp 3,25 miliar.

Modus yang dilakukan tersangka yakni melakukan pelaporan dana fiktif selama tahun 2011, 2012, 2013 yang diterimanya dari Pemerintah Kabupaten Natuna. Dalam laporan pertanggungjawabannya tersangka hanya melaporkan anggaran yang terpakai Rp 1,2 miliar. Sedangkan sisanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mengenai dugaan penggelapan uang bansos tersebut dengan rentang waktu tiga tahun terjadi sebanyak empat kali pencairan terhadap LSM BP Migas. Keseluruhan uang dicairkan tersebut sebanyak Rp 4,45 miliar.

Sebelumnya, Kasubdit III Tipidkor Polda Kepri mengatakan pihaknya secepatnya akan menyerahkan kedua tersangka beserta barang buktinya ke pihak Kejaksaan.

Meski akan melimpahkan kedua tersangka tersebut penyidikan kasus ini masih terus berlanjut. Pihak Polda Kepri masih terus mempelajari berkas dan barang bukti yang ada. Sebab ada dugaan pihak lain yang terlibat. ”Pokoknya tunggu saja bro,” ungkapnya beberapa hari yang lalu.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar