Sri Hartatik Mengaku sebagai Utusan Tuhan

781
Pesona Indonesia
Sri Hartatik bersama suami
Sri Hartatik bersama suami

batampos.co.id – Sri Hartatik, 47, mengaku sebagai utusan Tuhan.

Penduduk Desa Kalilembu, Karangdadap, Kabupaten Pekalongan ini tak hanya mengaku sebagai utusan Tuhan. Pegawai negeri sipil (PNS) yang tercatat sebagai guru SD di Pekalongan itu juga mengaku bertemu Malaikat Jibril.

Sri bahkan sudah punya kitab sendiri. Namanya Alkitab Na’sum. Ia mengaku menulis sendiri kitab itu berdasarkan wahyu yang ia terima dari Tuhan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan, Abu Bahro mengatakan, isi Kitab Na’sum menjelaskan tentang wahyu Tuhan.  Ajaran-ajaran dalam kitab Na’sum yang dikembangkan Sri seakan-akan menggabungkan semua kitab.

Karenanya, kata Abu, ajaran yang dibawa Sri  pun jauh dari syariat Islam  yang diajarkan oleh Rasulullah.

“Dia mengaku muslim, sudah seharusnya mengikuti hukum-hukum Islam,” katanya seperti diberitakan Radar Pekalongan.

Meski demikian, Sri tak mengaku nabi. Abu memaparkan, Sri justru mengaku utusan Tuhan yang derajatnya lebih tinggi ketimbang nabi.

“Dia memang mengaku bukan nabi, namun utusan Tuhan. Padahal utusan Tuhan itu rasul, yang posisinya lebih tinggi dibandingkan nabi,” katanya.

Sri bersuamikan Agus Triharyanto. Sebelumnya Agus seorang Nasrani.

Menurut Abu, pasangan suami istri itu memang mengaku Islam. Namun, praktik ibadahnya memang tidak sebagaimana mestinya.

Misalnya, dalam hal salat.

“Mempraktikkan salat itu ke arah kiblat. Tapi yang dilakukannya justru menghadap ke arah timur karena alasan Tuhan ada di mana saja,” ujarnya.

Karenanya MUI akan mengeluarkan fatwan tentang ajaran yang dibawa Sri.  Abu  telah mengumpulkan para ulama pada Sabtu (4/6) untuk membahasnya.

“Saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.

Selain itu, MUI juga akan membantu Sri dan suaminya agar kembali ke jalan yang benar.

“Karena keduanya juga menganut agama Islam,” imbuhnya.

Meski demikian MUI Pekalongan juga punya kecurigaan lain. Abu menduga ada pihak-pihak yang berada di belakang Sri. Pasalnya, Sri telah mencetak Kitab Na’sum dalam bentuk buku dan mengedarkannya.

Selain itu, kitab itu juga diunggah ke internet sehingga bisa diakses siapa pun. Karenanya, MUI juga bertanya-tanya tentang penyandang dana bagi Sri.

“Suaminya yang dulunya nasrani itu bekerja serabutan. Kemudian istrinya juga sudah tidak mengajar. Lalu siapa sebenarnya penyandang dananya?” katanya. (yan/jpg/ara/jpnn)

Respon Anda?

komentar