Taskin Tak Cair, Sejumlah Dinas Tak Bisa Selenggarakan Pelatihan

424
Pesona Indonesia
Madu di Anambas melimpah tapi pembudidayaan madu belum ada. Tampak seorang warga mengumpulkan madu hutan untuk dijual. foto:syahid/batampos
Madu di Anambas melimpah tapi pembudidayaan madu belum ada. Tampak seorang warga mengumpulkan madu hutan untuk dijual. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Sejumlah Dinas Teknis yang mengelola Dana Pengentasan Kemiskinan (Taskin) mulai mengeluh karena tidak bisa berbuat banyak lantaran dana Taskin dari pemerintah Provinsi Kepri tidak turun. Salah satunya yakni Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dinas tersebut awalnya ingin memberikan pelatihan kepada para pengangguran untuk mengelola madu hutan, kini pupus sudah. Padahal ini diperkirakan bisa maju lantaran hutan Anambas ini kaya akan madu hutan.

“Kita tidak bisa apa-apa lagi sekarang, awalnya kita akan berikan pelatihan kepada para pengangguran minimal 20 orang untuk mengikuti pelatihan budidaya madu hutan di Pekanbaru, tapi karena dananya tak turun, kegiatan ini tak jadi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan
Kehutanan Kabupaten kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih kepada wartawan Senin (6/6) siang.

Jika sudah dilatih, maka peserta nantinya bisa dengan sendirinya membudidayakan dan mengelola madu hutan. Apalagi rumah warga di Anambas ini sebagian juga berada di hutan yang lingkungan sekitarnya mudah ditemukan lebah penghasil madu hutan.

Saking banyaknya, lebah bisa ditemukan menggantung dikayu. Dalam satu kelompok lebah bisa menghasilkan 5 hingga 15 botol madu. Pemasarannya juga cukup mudah. Cukup dikemas dalam botol kaca kemudian dititipkan di kedai yang ada di pasar Tarempa. Maka madu itu akan mudah terjual karena banyak peminatnya. “Memang sudah tidak ada lagi taskin tahun ini,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas Azwandi mengatakan, proyek Pengentasan Kemiskinan (Taskin) yang dananya dari pemerintah Provinsi Kepri kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan. “Jumlahnya kurang lebih ada sekitar 24 proyek taskin,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Bukan hanya proyek taskin namun beberapa proyek besar lainnya juga demikian. Proyek besar yang sumberdananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga dikurangi 13 proyek karena DAK dipotong 10 persen. “Ada 13 proyek yang tidak dikerjakan setelah DAK dipotong 10 persen,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar