Tolooong… Listrik di Tempat Kami belum Menyala !!!

735
Pesona Indonesia
Lampu padam, jamaah mengaji dalam gelap.
Lampu padam, jamaah mengaji dalam gelap.

batampos.co.id – Pemadaman bergilir PLN (persero) masih terjadi di Daik, ibu kota kabupaten Lingga.

Akibatnya sejumlah kampung yang dapat giliran gelap dan terpaksa menggunakan penerangan seadanya untuk melaksanakan ibadah sholat trawih di surau maupun masjid, Selasa (7/6).

Pantauan di lapangan, pemadaman bergilir terjadi  mulai pukul 06.00 WIB sore hingga 11.30 WIB malam. Pemadaman terjadi di kampung Sawah Indah, kampung Robat, desa Merawang dan Tanjung Buton.

“Sebelum mahgrib tadi sudah mati listriknya. Jadi kami pakai mentol (Petromak, red) untuk salat tarawih di surau,” ungkap Tat, salah seorang ibu di dusun Tanjung Buton, desa Mepar.

Meski begitu, ibadah warga tetap berjalan lancar. Bahkan, usai melaksanakan tarawih bersama diterangi lampu mentol seadanya ibu-ibu Tanjung Buton juga tadarus bersama.

“Sekalian nunggu listriknya nyala juga, biar bisa masak nasi untuk sahur. Kami di sini rata-rata sudah pakai rice coocker semua. Jadi kalau tidak ada listrik, cukup menyulitkan pekerjaan kita. Mudah-mudahan cepatlah diperbaiki biar tidak ada gilir-gilir lagi,” tambahnya.

Di tempat lain Jauhari N, kepala PLN Sub Rayon Daik Lingga mengatakan, kerusakan generator yang kembali terjadi membuat PLN Daik terpaksa melakukan pemadaman bergilir untuk sementara.

“Generatornya rusak. Semalam barangnya baru sampai ke Daik. Hari ini lagi kita perbaiki. Mudah-mudahan selesai, dan tidak ada lagi pemadaman bergilir,” jelasnya.

Perbaikan generator tersebut, terang Jauhari lamban akibat sulitnya transportasi untuk membawa peralatan masuk ke Daik Lingga. Kondisi ini menjadi salah satu kendala lambannya perbaikan di PLN.

“Kemarin sulit transportasinya. Yang jelas, sekarang barangnya sudah sampai dan sedang kami kerjakan,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Nizar wakil Bupati Lingga dalam kegiatan expose 100 hari pertama kerjanya, Sabtu (4/6) mengaku telah menghubungi pihak PLN dan memastikan tidak ada pemadaman bergilir selama ramadhan berlangsung. Namun dilapangan, hingga malam ke dua Ramadan, di ibukota kabupaten Lingga, pemadaman bergilir masih berlangsung.

“Kalau kemarin sering dilakukan pemadaman bergilir, tapi selama ramadhan itu kita minta untuk tak terjadi lagi,” paparnya.

Dilapangan, pemadaman listrik dari PLN Sub Rayon Daik Lingga masih terjadi. Kondisi ini perlu segera ditanggapi pemerintah daerah yang harus segera turun tangan langsung memantau perkembangan dan kesiapan PLN Daik selama Ramadhan. Pasalnya sejak awal tahun 2016 hingga sekarang, sedikitnya empat kali pemadaman bergilir telah berlangsung dengan rentang waktu hingga berminggu-minggu. (mhb)

Respon Anda?

komentar