Waria Terjaring Razia saat Mangkal di Bulan Ramadan; Saya Khilaf Pak!

1001
Pesona Indonesia
Seorang waria terjaring saat razia pekat di Pelabuhan Sribayintan. foto:harry/batampos
Seorang waria terjaring saat razia pekat di Pelabuhan Sribayintan. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Kecamatan Bintan Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Polsek Bintan Timur menggelar razia penertiban penyakit masyarakat (pekat) di Kawasan Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Senin (6/6) sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam razia tersebut didapati ada empat wanita pria (waria) yang sedang mangkal namun hanya satu yang diciduk sedangkan tiga lainnya berhasil melarikan diri alias kabur.

“Razia ini kita lakukan berdasarkan surat edaran yang diterbitkan Bupati Bintan. Salah satunya melakukan patroli jam malam untuk memastikan suasana di Bintan Timur ini tetap berjalan aman dan kondusif selama bulan suci ramadan,” ujar Camat Bintan Timur, Hasan usai menginterogasi salah satu waria yang terjaring.

Kegiatan yang akan dilakukan tim gabungan selama Ramadan, lanjutnya, tidak hanya sekedar menertibkan kawasan yang rentan dijadikan lokasi asusila saja. Melainkan seluruh kawasan yang rawan pekat lainnya diantaranya Tempat Hiburan Malam (THM), lokasi perjudian, penginapan dan lapangan kosong yang sering dijadikan tempat ngetemnya remaja.

Untuk tahap awal, penindakannya baru bersifat persuasif sehingga sanksi yang diberikan kepada pihak yang terjaring razia hanya teguran ataupun peringatan secara lisan saja. Namun jika tertangkap kembali, maka sanksi yang diberikan lebih tinggi lagi bahkan untuk proses sanksinya akan diserahkan ke pihak kepolisian. Begitu juga dengan pemilik usaha yang tempat usahanya dijadikan lokasi pekat, akan dikenakan sanksi pidana serta penutupan tempat usaha untuk selamanya.

“Bagi yang terjaring di kawasan pelabuhan, lapangan, THM, dan penginapan kita berikan sanksi ringan untuk pertama kalinya. Namun untuk kedua kalinya tidak ada lagi ampunan, melainkan akan dijerat hukuman yang setimpal. Hukumannya akan diproses oleh kepolisian,” katanya.

Sementara waria yang tertangkap, Juwono alias Mela mengaku tidak mengetahui jika ada surat edaran terkait larangan mangkal selama bulan suci Ramadan. Karena itulah ia tetap bekerja menjajahkan dirinya di Kawasan Pelabuhan Sribayintan.

“Saya khilaf pak. Janji deh gak mangkal lagi selama bulan puasa hingga lebaran. Tapi saya jangan dibawa ya tapi pulangin aja,” akunya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar