Ancaman Bom Paksa EgyptAir Mendarat Darurat di Uzbekistan

335
Pesona Indonesia
Pesawat Egyptair. Foto: istimewa
Pesawat Egyptair. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penumpang EgyptAir dengan rute Kairo–Beijing harus senam jantung, Rabu (8/6/2016). Saat pesawat mengudara, muncul ancaman bom. Pesawat dengan nomor penerbangan MS955 itu pun terpaksa mendarat darurat di Urgench, Uzbekistan.

Sebanyak 118 penumpang dan 17 kru di dalam pesawat akhirnya dievakuasi dan diperiksa. Seluruh bagian pesawat juga diperiksa secara teliti. Namun, ternyata ancaman bom tersebut hanya hoax belaka.

Pimpinan EgyptAir Safat Mussallam menceritakan detail kejadian tidak mengenakkan itu. Awalnya, pesawat jenis Airbus A330-220 berangkat dari Kairo pukul 23.55 waktu setempat Selasa lalu (7/6/2016).

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba Rabu di Beijing pukul 15.35 waktu setempat. Namun, setelah terbang selama tiga jam, seseorang menelepon agen keamanan di Kairo. Orang yang tidak diketahui namanya itu menyatakan bahwa ada bom di pesawat.

Seketika itu juga pilot yang menerbangkan MS955 diminta mendarat di bandara terdekat. Pesawat tersebut akhirnya mendarat di Urgench pukul 08.00 waktu setempat, Rabu (8/6/2016).

Pihak maskapai EgyptAir memang pantas waswas. Mereka tidak ingin celaka untuk kali kedua. Sebab, pada 19 Mei lalu pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 jatuh di Laut Mediterania. Bangkai pesawat itu pun belum ditemukan.

”Pesawat ini dievakuasi, diperiksa, dan hasilnya negatif,”ujar Mussallam.

Otoritas penerbangan di Uzbekistan akhirnya mengizinkan pesawat itu terbang lagi empat jam setelah mendarat di Urgench. ”Kami harus menganggap serius semua peringatan,” tambahnya.

Sejak jatuhnya pesawat MS804, EgyptAir beberapa kali menerima ancaman bom palsu. Ancaman-ancaman itu membuat banyak pesawat milik maskapai EgyptAir akhirnya mengalami keterlambatan. Bukan hanya itu, ancaman-ancaman bom tersebut juga menyedot banyak biaya.

”Ini adalah konspirasi melawan EgyptAir. Semua ini biayanya sangat mahal,’’ ujar salah seorang pegawai EgyptAir yang tidak mau disebutkan namanya.

Sektor pariwisata di Mesir mulai merosot tajam sejak jatuhnya kepemimpinan Hosni Mubarak 2011 lalu. Setelah itu, ancaman keamanan di negara tersebut membuat pantai-pantai yang dulu terkenal akan keindahannya menjadi sepi.

Jatuhnya pesawat EgyptAir MS804 Mei lalu kian membuat sektor pariwisata di Mesir terpuruk. Kunjungan turis ke Mesir April lalu turun hingga 54 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. (Reuters/BBC/sha/c19/any/jpgrup)

Respon Anda?

komentar