Densus 88 Gerebek Terduga Jaringan ISIS, Klaim Ada 3 Bom di Kamar

1247
Pesona Indonesia
Ilustrasi penangkapan terduga teroris. Foto: tempo.co
Ilustrasi penangkapan terduga teroris. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror menangkap tiga orang terduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Rabu (8/6/2016).

Mereka PHP, SK, yang menghuni rumah di Jalan Lebak Timur Gang 3D Surabaya. Serta JF yang tertangkap di Jalan Gresik Gandukan Timur, Surabaya.

Selain menangkap ketiga terduga jaringan ISIS, Densus 88 yang dibantu Gegana Polda Jatim ini mengklaim mengamankan barang bukti berupa tiga bom rakitan berdaya ledak tinggi (high explosive), senjata rakitan, bubuk mesiu, pisau belati, dan asam nitrat.

Penggerebekan ini membuat warga terkejut dan kebingungan, apalagi semakin banyak polisi berdatangan melakukan sterilisasi lokasi.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Bagus Dwi Rusiawan yang turut datang di lokasi untuk melakukan lokalisir mengatakan, rencananya semua barang bukti akan dibawa ke Markas Densus 88 di Jakarta.

”Untuk lebih jelasnya biar pihak mabes yang memberikan penjelasan, kami hanya melakukan pengamanan lokasi,” ujarnya.

Sekitar pukul 16.40, anggota Densus 88 melanjutkan penggerebekan di rumah di Jalan Kalianak No.55, Kelurahan Genting, Kecamatan Asemrowo, persisnya di belakang warung giras. Polisi menelusuri rumah kos terduga ISIS lainnya, JF.

JF ini sebelumnya sudah ditangkap di kawasan Jalan Gresik Gadukan Timur di bawah Jalan tol pada Rabu siang (8/6/2016) bersamaan dengan penangkapan PHP dan SK. ‘

Dari penangkapan ini polisi mengamankan satu buah tas ransel yang berisikan uang satu bendel, beberapa pakaian dan satu unit senpi airsoft gun serta dua buah handpone android.

Setelah melakukan penggeladahan di rumah persembunyian JF tersebut polisi mengamankan serbuk bahan kimia (mesiu), cairan kimia, timbangan dan beberapa buku.  Setelah penggeledahan, rumah milik Sali warga sekitar tersebut di-police line.

Penggerebekan juga dilakukan di rumah alan Lebo Agung III/88. Polisi hanya mengamankan satu botol berisi cairan asam nitrat dan sebilah belati.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Polda Jatim dan jajaran polsek sifatnya hanya membantu, seperti sterilisasi tempat kejadian perkara.

Argo mengungkapkan, operasi tersebut merupakan kewenangan langsung dari Mabes Polri. Dia menyebutkan, bahwa sebelum ditangkap jaringan tersebut memang sudah menjadi DPO cukup lama.

”Hingga saat ini petugas masih proses penyidikan, kami masih mendalami kasus ini,” ujarnya dalam rilisnya. (no/jpgrup)

Respon Anda?

komentar