Dinas PU Lakukan Pengujian Monumen Bahasa Melayu

426
Pesona Indonesia
Pulau Penyengat dilihat dari Udara. Di pulau bersejarah ini akan dibandung Monumen Bahasa Melayu. Foto: istimewa
Pulau Penyengat dilihat dari Udara. Di pulau bersejarah ini akan dibandung Monumen Bahasa Melayu. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri siap-siap untuk melakukan review Detail Engineering Design (DED) Monumen Bahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilanjutkan pada 2017 mendatang.

Kepala Seksi Pengujian dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Sumantri mengatakan sebelum Dinas PU Kepri melakasanakan lelang review DED MBM. Terlebih dahulu, pihaknya melakukan pengujian terhadap kualitas bangunan yang ada.

“Hari ini (kemarin,red) kami sedang melakukan pengujian dilapangan. Untuk melihat kondisinya, yang layak digunakan dan mana yang tidak layak lagi,” ujar Sumantri menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (8/8).

Dikatakannya, selain melakukan pengujian terhadap kualitas bangunan yang ada, Dinas PU Kepri juga akan meminta bantuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit. Hasilnya, setelah itu akan dilaporkan kepada Kepala Dinas PU Kepri.

“Kita harus melakukan pengujian dan perhitungan terhadap kebutuhan pembangunan kedepannya. Sehingga harus melalui berbagai proses,” jelasnya.

Disebutkannya, apabila tahun ini review DED-nya rampung, tahun depan akan dilaksanakan pembangunannya. Menurut Sumantri, pelaksanaanya tentu tergantung pada kemampuan anggaran daerah. Masih kata Sumantri, pembangunan MBM yang digadang-gadang akan menjadi ikon bagi Provinsi Kepri, memang sudah masuk dalam kerja Pemprov Kepri kedepan.

“Mudah-mudahan tahun depan, pembangunannya sudah selesai. Evaluasi yang dilakukan adalah langkah antisipatif, jangan sampai kesalahan yang sama terulang kembali nantinya,” tutup Sumantri.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kepri tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri Tahun Anggaran (TA)2016, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp700 untuk kegiatan review MBM Penyengat.

Sebelumnya, pekerjaan pembangunan Monumen Bahasa Melayu dibawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp12,5 miliar mulai dilaksanakan pada pertengahan 2014 lalu. Pada perjalannya terjadi wan prestasi, yang menyebabkan kontraktor di black list.

Karena dinilai gagal, dibawah Gubernur Kepri priode 2010-2015, Muhammad Sani langsung membuat keputusan strategis, yakni memberikan perintah kepada Dinas PU Kepri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsikan Kepri menitahkan (meminta,red) Pemprov Kepri untuk melakukan pembangunan kembali Monumen Bahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

“Monumen Bahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat harus diselesaikan Pemprov Kepri di tahun 2016 mendatang dengan cara apapun. Karena itu adalah hasil mufakat 12,” ujar Ketua LAM Kepri, Abdul Razak kepada Batam Pos belum lama ini.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar