Dishub Siagakan 4 Kapal Roro Untuk Arus Mudik

973
Pesona Indonesia
 Aktifitas keberangkatan penumpang, kendaraan dan barang melalui kapal roro masih berjalan lancar di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (8/6). Jadwal keberangkatan kapal ini dari H-7 hingga H+7 akan diberlakukan sistem penuh berangkat. F. Harry/batampos
Aktifitas keberangkatan penumpang, kendaraan dan barang melalui kapal roro masih berjalan lancar di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (8/6). Jadwal keberangkatan kapal ini dari H-7 hingga H+7 akan diberlakukan sistem penuh berangkat. F. Harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan telah menyiagakan empat kapal Roll On Roll Off (Roro) di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara untuk melayani penumpang tujuan Tanjunguban-Punggur selama bulan puasa hingga lebaran. Empat kapal roro tersebut yaitu Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Barau, Kundur, Jembatan Swarna Bengawan dan Jembatan Kapuas.

“Tahun ini empat kapal roro dikerahkan untuk mengatasi arus mudik. Efektifnya keempat kapal ini akan melayani penumpang dari H-7 hingga H+7,” ujar Kepala Dishub Bintan, Yandrisah saat dikonfirmasi, Rabu (8/6).

Selain empat kapal roro yang disigakan, lanjutnya, langkah kedua untuk mengatasi arus mudik yaitu merubah jadwal pengoperasian pengangkutannya dari 20 kali selama sehari menjadi sistem penuh berangkat. Dengan diberlakukannya sistem penuh berangkat diyakininya tidak akan terjadi lagi penumpukan penumpang dan penambahan pelayanan penyeberangan sampai larut malam.

“Percuma saja semua ini dilakukan kalau penumpangnya doyan main serobot-serobotan. Tapi kita minta bisa mengantri dan bersabar menunggu giliran. Ingat jangan karena terburu-buru keselamatan jadi terabaikan. Yang rugi nantinya bukan diri sendiri saja, tapi juga orang lain,” katanya.

Sementara, Kabid Pengawasan Bandar Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjunguban, Matitaputty mengatakan dengan dikerahkannya empat kapal roro dan diberlakukannya sistem penuh berangkat selama ramadan hingga lebaran. Diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal serta bisa mengatasi arus mudik tahun ini.

“Semoga tidak terjadi lagi pelayanan keberangkatan selama 24 jam seperti tahun lalu,” ujarnya.

Jika nantinya dalam melayani keberangkatan didapati ada kapal yang rusak. Syahbandar dan KPLP Tanjunguban akan mengerahkan beberapa unit kapal untuk mengatasinya. Sehingga dapat dipastikan, arus mudik tahun ini akan berjalan lancar dan aman.

“Jadi dalam upaya mengatasi arus mudik banyak alternatif yang kami sediakan. Salah satunya menyediakan kapal tambahan. Tapi kapal itu untuk menyikapi insiden kapal rusak dan membludaknya penumpang saja,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar