Ide Baru Menteri Susi Awasi Laut Indonesia

444
Pesona Indonesia

Menteri Susibatampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ingin operasi patroli pengawasan wilayah laut dengan pesawat. Ia bilang, jalur udara lebih efektif dan efisien dibandingkan kapal laut.

“‎Bisa mengurangi 90 persen cost operasional kapal patroli dengan penghematan hampir mencapai Rp 700 miliar per tahun,” kata Susi di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/6).

‎Susi menjelaskan, untuk kecepatan pesawat udara 300 kilometer (km)/jam. Sementara, penggunaan kapal dalam sehari Rp 50 sampai 250 juta tergantung ukurannya.

“Kalau pesawat ‎cuma Rp50 juta saja tidak sampai 5 jam sudah sampai 1500 km sehingga cost biaya lebih kecil dan cepat dibandingkan kapal” tutur dia.

Disamping penggunaan pesawat untuk patroli, Bos Susi Tour itu ‎menambahkan pihaknya akan tetap memanfaatkan kapal laut dengan kapasitas besar dengan kemampuan lebih cepat dan dibantu pesawat udara jenis propeller twin engine.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengurangi penggunaan kapal laut untuk pengawasan di wilayah perairan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, operasi patroli pemakaian pesawat udara lebih efektif dan efisien dibandingkan kapal laut.

“‎Bisa mengurangi 90 persen cost operasional kapal patroli dengan penghematan hampir mencapai Rp 700 miliar per tahun,” kata Susi di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/6).

‎Susi menjelaskan, untuk kecepatan pesawat udara 300 kilometer (km)/jam. Sementara, penggunaan kapal dalam sehari Rp 50 sampai 250 juta tergantung ukurannya.

“Kalau pesawat ‎cuma Rp50 juta saja tidak sampai 5 jam sudah sampai 1500 km sehingga cost biaya lebih kecil dan cepat dibandingkan kapal” tutur dia.

Disamping penggunaan pesawat untuk patroli, Bos Susi Tour itu ‎menambahkan pihaknya akan tetap memanfaatkan kapal laut dengan kapasitas besar dengan kemampuan lebih cepat dan dibantu pesawat udara jenis propeller twin engine.

Terlebih, aparat TNI lebih banyak pesawat ketimbang kapal untuk pengawasan dan pengamanan tanah air.

“Jadi saya mengerti kesulitan banyak untuk pengadaan pilot maupun kapal. Tapi demi uang yang besar, Kita kerjasama dengan TNI AL dan AU untuk patroli perairan laut,” tandas dia (hyt/JPG)

Respon Anda?

komentar