Kebutuhan Meningkat, Jatah Minyak Tanah di Anambas Minim

325
Pesona Indonesia
ilustrasi penjual minyak tanah.
ilustrasi penjual minyak tanah.

batampos.co.id – Kebutuhan minyak tanah di Kabupaten Kepulauan Anambas semakin meningkat. Sementara itu kuota minyak tanah untuk kabupaten ini dari tahun ke tahun belum ada penambahan. Sehingga dari tahun ketahun seiring bertambahnya jumlah penduduk, kuota per kepala keluarga (KK)
semakin berkurang.

Beberapa tahun lalu jatah minyak tanah perkeluarga sempat dikabarkan mencapai 15 liter per KK. Namun semakin lama semakin berkurang bahkan sekarang jatah per KK turun menjadi 9 liter per KK. Pasalnya KK di Anambas semakin bertambah. Saat ini jumlah KK di Anambas sudah mencapai 13.937 dengan jumlah minyak tanah yang dibagikan sebanyak 122 kiloliter (kl).

“Dulu jatah minyak tanah per KK bisa sampai 15 liter, lama-lama berkurang, sekarang tinggal 9 liter,” ungkap salah satu warga Faisal kepada wartawan Rabu (8/6) siang.

Jumlah ini dirasa kurang apalagi pada saat bulan puasa dan mendekati bulan Ramadan. Karena pada saat itu banyak warga yang membutuhkan minyak tanah untuk membuat aneka kue dan gorengan untuk persiapan buka puasa dan untuk persiapan lebaran.

“Bulan ini warga banyak yang membutuhkan minyak tanah untuk buat gorengan dan kue lebaran, kalau hanya dapat jatah 9 liter pastinya sangat kurang,” ungkapnya lagi.

Terpisah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kepulauan Anambas sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini namun hingga kini belum terealisasi. Salah satu staf bidang Migas Dinas ESDM Kabupaten Kepulauan Anambas M Yunus menjelaskan, pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada pertamina khusus untuk bulan ramadan ini Pemkab Anambas meminta penambahan kuota minyak tanah sebanyak 100 ton.

Namun belum ada tindak lanjut dari pihak pertamina. Menurut kabar yang diperoleh, pihak pertamina dan Dinas ESDM baru akan mengadakan rapat di Batam pada hari ini Kamis (9/6). “Kita sudah minta kepada pertamina tambahan 100 kl khusus bulan Ramadan ini tapi belum ada jawaban. Tergantung rapat besok (hari ini),” ungkapnya.

Yunus menambahkan sesuai dengan program 100 hari Bupati, pihaknya juga telah melakukan survey kebutuhan minyak tanah yang layak. Dari hasil survey kebutuhan minyak tanah masyarakat Anambas minimal harus ditambah kuotanya dari 122 kl per bulan menjadi 272 atau ditambah 150 kl per bulan.

Memang diperkirakan ini sudah jauh melebihi target tapi bisa bertahan hingga jangka waktu lama. “Kalau ada penambahan 150 kl per bulan, jatah setiap KK bisa 15 liter per bulan,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar