Kegerahan Selama 3 jam di Feri Istiqomah, Warga Lingga Komplain

560
Pesona Indonesia
Penumpang kapal feri Istiqomah berdesakan dalam kapal. foto:istimewa
Penumpang kapal feri Istiqomah berdesakan dalam kapal. foto:istimewa

batampos.co.id – Puluhan penumpang feri Istiqomah Jaya 3 komplain dengan buruknya pelayanan kapal tersebut. Pasalnya AC feri rute Pancur-Tanjungpinang sejak sepekan terakhir rusak sehingga membuat perjalanan selama 3 jam di laut puluhan penumpang menjadi gerah karena kepanasan.

Feri berkapasitas 100 penumpang tersebut, menuai protes dari penumpang. Bagaimana tidak, AC pendingin kapal tidak berfungsi selama perjalanan hingga sampai ketujuan.

Makruf, salah seorang penumpang mengatakan kondisi ini membuat pengguna jasa angkutan laut merasa dirugikan. Kenyamanan feri dengan ongkos yang menurutnya lumayan besar membuat kecewa penumpang akibat pelayanan jasa yang tidak maksimal.

“Sebenarnya masalah AC ini sering sekali rusak, bahkan sampai berhari-hari. Jujur kita sebagai penumpang kecewa jika pemilik jasa tetap seperti ini,” ungkap Makruf kecewa, Rabu (8/6).

Sementara jumlah penumpang yang begitu banyak, feri yang menjadi satu-satunya akses antar pulau dan kota ini setiap hari penuh oleh penumpang. Mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga orang-orang tua. Jarak tempuh hingga 3 jam lebih perjalanan laut, dengan kondisi AC mati, ditambah lagi berkenaan dengan bulan puasa menambah gerah isi ruang kapal.

“Tiketnya seharga Rp160 ribu perorang dari Pancur-Tangjungpinang, tapi pelayanannya jasanya seperti ini, AC bisa rusak kapan saja. Dan bahkan sering. Sebagai masyarakat, kita punya harapan jasa dan pelayanan sepadan dengan ongkos yang kita keluarkan,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Hendry Efrizal melalui Kepala Bidang Laut dan Udara, Selamat mengatakan, terkait soal pelayanan pihak operator beberapa waktu lalu telah kembali diingatkan. Bahkan, dua bulan yang lalu, seluruh operator kapal di Lingga telah dipanggil langsung Bupati Lingga, Alias Wello, terkait trayek dan pelayanan penumpang.

“Operator Istiqomah sudah kita beri tahu sebelumnya, supaya fasilitas feri harus diutamakan. Masalah AC, sudah sering sekali terjadi macet di Istiqomah, kita minta jangan masalah ini terjadi berlarut-larut, masyarakat akan komplain, usahakan aktif dan segera diperbaiki,” jelas Selamat di ruang kantornya.

Selama Ramadan ini, pelayanan feri antar pulau dan kota, kata Selamat, haruslah memberikan pelayanan terbaik. Fasilitas, kenyamanan dan jasa yang sepadan dengan ongkos yang telah dikeluarkan penumpang. Jika tidak, Dishub akan meminta tegas operator kapal mundur.

“Kalau tidak mampu lebih lebih baik mundur. Saya lihat anak-anak dan penumpang sudah pada gerah semua dikapal. Sekarang momen ramadan, penumpang terus meningkat, sementara fasilitas speedboat tidak memadai,” kata Selamat.

Jika pihak operator tetap tidak juga berbenah diri dan mengindahkan teguran tersebut, Dishub Lingga akan mengambil langkah tegas sesegera mungkin menyurati Dinas Perhubungan Peovinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyangkut ketidaknyamanan penumpang terhadap feri Istiqomah.

“Kita tidak main-main, tak diindahkan secepatnya kita surati Dishub Kepri atas ketidaknyamanan ini,” pungkas Selamat.(mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar