Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Daik Lingga, Efan Apturedi membenarkan kedatangan Anggota Dewan Kabupaten Lingga Abdul Gani Atan Leman ke kantornya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penggunaan dana hibah Koni tahun 2013. Total dana hibah Koni 2013 tersebut sebanyak Rp 1,7 miliar.

“Ini panggilan kedua, setelah beliau (Gani, red) tak dapat hadir pada pemanggilan pertama,” ujar Efan ketika ditemui di ruang depan kantor Kejari Daik Lingga, Rabu (8/6) pagi.

Efan menambahakan, pemanggilan Gani sebagai Ketua Koni Kabupaten Lingga oleh penyidik Kejari Daik Lingga, sebatas meminta kesaksian terkait penggunaan dan hibah koni tahun 2013 lalu.

Dari pantauan di lapangan, Gani datang sekitar pukul 10.00 WIB. Pria berbadan tambun itu datang sendiri tanpa ditemani seseorang, baik dari pengurus koni maupun anggota dewan.

Selain Gani, Kejaksaan juga telah memanggil sebanyak 20 orang sebagai saksi yakni dari unsur terkait di Pemkab Lingga, pengurus Koni dan sejumlah penerima aliran dana Koni pada tahun itu.

Kejari Daik Lingga menduga beberapa kegiatan Koni yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukan seperti, melaksanakan peringatan hari jadi Kabupaten Lingga ke sepuluh di Kelurahan Daik dengan menggunakan dana Koni sebesar Rp 300 juta.

Efan menambahkan, jika dikaji dengan UU Keolahragaan Nasional, tentunya kegiatan tersebut tidak termasuk dalam pembinaan olah raga. Namun, sambung Efan, jika tindakan itu termasuk mengakibatkan kerugian negara, tentunya akan ditentukan oleh BPKP atau BPK yang memang pemilik kewenangan mengaudit keuangan negara.

Selain kegiatan itu, kedatangan TIM PSSI U19 yang sempat bermain di lapangan Merdeka Dabo Singkep, juga menjadi salah satu kegiatan yang menggunakan dana besar. “Saya lupa jumlah pastinya. Seratus juta ke ataslah,” ujar Efan.

Efan menambahkan, Koni sebagai wadah pembinaan keolahragaan semestinya fokus pada peningkatan peningkatan olah raga prestasi bukan hanya berkutat pada olah raga rekreasi. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar