Musim Hujan, Dewan Minta Pemko Batam Evaluasi Titik Rawan Longsor

1309
Pesona Indonesia
Jalan Bukit Kemuning yang rusak akibat longsor. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Jalan Bukit Kemuning yang rusak akibat longsor. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam, meminta Pemko Batam mengevaluasi kembali titik-titik rawan tanah longsor di Batam. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, resiko tanah longsor dan banjir diprediksi semakin besar.

“Evaluasi titik rawan harus dilakukan. Karena cuaca tidak dapat diprediksi. Jangan sampai kecolongan seperti di Bukit Kemuning, setelah kejadian baru diketahui,” ujar Anggota Komisi III DPRD Batam Rohaizat, kemarin (8/6).

Begitu pun dengan daerah-daerah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi juga harus diperhatikan. Seperti lokasi rawan longsor di Jalan Seraya Atas sekitar Rumah Makan Alamande, ruas jalan sudah retak.

“Kondisi ini yang kita minta kepada pemerintah untuk selalu dipantau,” sebut politikus PKS itu.

Jangan sampai kejadian 20 tahun lalu kembali terulang. Tanah lonsor besar di Seraya Atas, menghantam puluhan rumah warga yang berada tepat di bawahnya. Dalam kejadian itu, tak sedikit pula warga Batam menjadi korban.

“Kejadiannya terjadi disaat musim hujan juga. Ini yang selalu kita ingatkan pemerintah,” kata Rohaizat.

Kondisi yang sama terlihat di Bukit Tanjunguma. Jurang setinggi puluhan meter dengan medan terjal berpotensi longsor. Bahkan sejumlah ruas jalan di sana sudah ada yang longsor. Padahal di bawahnya juga ada rumah warga.

“Memang di sana masalahnya lahan yang masih sengketa. Namun begitu, inikan menyangkut kepentingan masyarakat, harus ada upaya dari pemerintah. Apakah itu dipasang pembatas batu miring atau gimananya,” sebut Rohaizat.

Sebelumnya, kata Rohaizat, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri sudah turun mensurvei. Dari hasilnya, lokasi ini kian membahayakan, dan direncanakan tahun ini akan dibangun jalan alternatif baru.

“Artinya kalau pun bukan jalan kota, Pemko dalam hal ini Dinas PU harus secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait. Agar bisa mencari solusi dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.

Begitu pun dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam mengingatkan agar masyarakat Batam tetap waspada. Sebab, musim hujan akan berdampak kepada bencana alam seperti longsor, banjir serta angin kencang.

BPDB juga memasang spanduk peringatan, khususnya pengguna jalan berhati-hati saat melintas di Jalan Seraya Atas. Pemasangan pancang dan spanduk itu merupakan antisipasi awal agar tak ada korban jika terjadi longsor.

“Makanya nanti akan ada pengkajian lagi. Termasuk bagaimana kondisi masyarakat yang berada di bawah tebing ini,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Batam, Zulkarnain, beberapa waktu lalu.

Terkait titik longsor, ia mengaku di Kota Batam ada sekitar 24 titik longsor yang menjadi pantauan BPBD Kota Batam. Selain kawasan Seraya, kawasan Muka Kuning dan Bengkong juga menjadi kawasan yang rawan akan longsor.

“Sementara untuk banjir ada 47 titik,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar