Natuna Raup Keuntungan Rp 50 Miliar dari Saham di Bank Riau Kepri

707
Pesona Indonesia
Bank Riau Kepri
Bank Riau Kepri

batampos.co.id – Ternyata sejak tahun 2001 lalu, penyertaan modal Pemda Natuna di Bank Riau Kepri sudah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) puluhan miliar.

Sehingga pada periode Bupati sekarang, Hamid Rizal membuat kebijakan peraturan daerah menambah investasi Pemda Natuna di Bank Riau.

Seperti diketahui, penyertaan modal di Bank Riau Kepri merupakan kebijakan Hamid Rizal pada saat menjabat Bupati Natuna pertama, sebesar Rp 18 miliar. Saham tersebut belum pernah ditambah selama kepemimpinan Ilyas Sabli, meski APBD Natuna triliunan rupiah, tentu disayangkan.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Suryanto mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah yang diserahkan ke DPRD merupakan rancangan untuk payung hukum jika pemda Natuna akan menambah penyertaan modal di Bank Riau Kepri.

Penyertaan modal di Bank Riau Kepri, kata Suryanto, pemerintah daerah sudah menerima keuntungan yang jelas. Bahkan sejak tahun 2001 lalu hingga tahun 2015, sudah menyumbang pendapatan daerah mencapai Rp 50 miliar.

“Kebijakan menambah saham di Bank Riau langkah tepat menambah PAD, memang setiap tahun daerah dapat keuntungan miliaran rupiah, dari hasil kekayaan yang dipisahkan, sampai tahun 2015 lalu Pemda menerima deviden, totalnya Rp 50 miliar dari Bank dari tahun 2001,” kata Suryanto, Rabu (8/6).

Ranperda disiapkan sendiri, kata Suryanto, tidak mematok nominal penyertaan modal di Bank Riau Kepri. Namun bisa dilakukan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Suryanto, penambahan penyertaan modal di Bank Riau Kepri sangat wajar dilakukan, karena jelas menambah PAD. Berbeda mengucurkan anggaran hibah, misalnya kepada Perusda atau BUMD, kadang malah menjadi buntung, bukan untung.

“Jelas menambah PAD, saham Rp 18 miliar, tapi dapat keuntungan Rp 50 miliar, modal pemkab Natuna tidak hilang di Bank Riau,” jelas Suryanto.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar