Ngaku Anak Buah Buwas, Eh… Tatonya Ketahuan, Bak Bik Buk, Remuk Deh…

1503
Pesona Indonesia
Ahmad Taufik, satu dari lima pria yang ngaku anggota BNN, babak belur digebukin massa. Ia pun diamankan di ruangan SPK Percut Sei Tuan. Foto: Fadli Pos Metro Medan/JPNN.com
Ahmad Taufik, satu dari lima pria yang ngaku anggota BNN, babak belur digebukin massa. Ia pun diamankan di ruangan SPK Percut Sei Tuan. Foto: Fadli Pos Metro Medan/JPNN.com

batampos.co.id – Ahmad Taufik (28) dan empat temannya tergolong nekat. Mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), mereka mencoba menangkap seorang warga yang dituduh sebagai pengguna narkoba.

Warga Pasar VII Tembung, Percut Sei Tuan itu diamuk massa di Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan. Selasa (7/6) malam. Empat kawan Ahmad adalah Sit, Sia, Dav dan Sin.

Informasi dihimpun di lokasi, malam itu Ahmad dan 4 rekannya datang mengendarai mobil Kijang kapsul warna biru dongker BK 1481 BP.

Ada juga yang mengendarai 2 sepeda motor jenis Yamaha Mio warna hitam BK 3170 AFW serta Honda Supra 125 warna hitam lis kuning BK 4319 SS. Gerombolan ini melintas di Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala.

Tiba di depan rumah Edi (30) yang sedang bertugas sebagai penjaga malam, para pelaku kemudian menghentikan laju kenderaannya. Selanjutnya, para pelaku turun dari kenderaannya dan menemui Edi yang berada di teras rumahnya.

Para pelaku mengaku sebagai petugas BNN. Mereka berniat menangkap Edi karena dituding sebagai pengguna narkoba.

Edi kontan kaget. Karena merasa tak pernah menggunakan narkoba, Edi langsung berteriak minta tolong.

Tanpa dikomando, massa yang mendengar teriakan Edi langsung berkumpul di lokasi. Warga yang berkumpul kemudian berupaya menangkap mereka.

Beruntung, 4 pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan massa. Keempatnya meninggalkan mobil serta 2 sepedamotor di lokasi. Namun naas bagi Ahmad. Ia menjadi bulan-bulanan massa.

Tak lama, Kapolpos Perumnas Mandala dan personil Reskrim Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi. Dengan kondisi babak-belur, pelaku diboyong ke Polsek Percut Sei Tuan guna menjalani pemeriksaan. Bersamaan, kendaraan pelaku juga diboyong untuk dijadikan barang-bukti.

Kepling Lingkungan V, Idris mengatakan, awalnya para pelaku yang mengaku petugas BNN hendak menangkap warganya.

“Saat di lokasi, kami curiga lantaran pelaku memiliki tato di lengan kanannya dan tak seperti anggota BNN. Kejadian itu baru pertama sekali terjadi di sini, sehingga membuat heboh,” katanya.

Ketika ditanyai, Ahmad tidak mengaku anggota BNN. Dikatakannya, pelaku bersama rekannya berniat membawa seorang warga guna direhab.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato menjelaskan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Setelah kita interogasi, pelaku bukan petugas BNN, melainkan bekerja di satu yayasan,” pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar