Polres Karimun dan Rumah Dihantam Puting Beliung, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

917
Pesona Indonesia
Kapolres Karimun AKBP Armaini sedang memberikan penjelasan dari mana arah angin puting beliung datang dan kemudian menghantam ruang kerjanya serta ruangan lainnya seperti terlihat pada gambar. foto:sandi/batampos
Kapolres Karimun AKBP Armaini sedang memberikan penjelasan dari mana arah angin puting beliung datang dan kemudian menghantam ruang kerjanya serta ruangan lainnya seperti terlihat pada gambar. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Hujan deras yang diikuti dengan angin kencang pada pukul kemarin (8/6) telah menyebabkan Markas Polres (Mapolres) Karimun dihantam angin puting beliung pukuk 09.00 WIB dan menyebabkan ruangan kerja Kapolres Karimun serta ruangan lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Tidak hanya bangunan Mapolres Karimun yang menjadi sasaran angin puting beliung, Pos Polair Polres Karimun yang berada di Telega Tujuh, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Termasuk puluhan rumah warga yang berada di Kolong Bawah dan Kolong Atas juga mengalami kerusakan.

”Ketika hujan deras, saya sedang berada di dalam ruangan kerja. Kemudian, saya memandang keluar melalui kaca jendela. Dari jauh terlihat ada gumpalan angin puting beliung panjang dari arah laut. Saya terus memperhatikan dan tidak berpikir jika angin puting beliung tersebut akan menghantam bangunan Mapolres,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini.

Kapolres baru sadar jika angin puting beliung akan menghantam mapolres Karimun ketika baleho besar dan papan reklame yang ada di depan kantor patah dan ada yang besinya bengkok. Melihat hal ini, dia akhirnya tidak bisa keluar dari dalam ruang kerja. Melainkan hanya bersembunyi dekat meja untuk menghindari hantaman atau reruntuhan atap. Kerusakan tidak hanya terjadi di ruang kerjanya.

”Tapi juga ruangan bendahara atau keuangan, ruangan Bagian Operasi, Rupatama, Satuan Ientelkam, Satua Reskmrim, tahanan dan pelayanan pembuatan SIM. Untuk kegiatan pelayanan dan bekerja, kita akan menggunakan ruang Bahayangkari dan juga ruang lain yang tidak terkena angin puting beliung. Untuk kerugian diperkirakan berkisar Rp 800 sampai dengan Rp1 miliar,” jelasnya.

Kasat Intelkam Polres Karimun, AKP Daeng Riandika Mahardani menceritakan bahwa ketika mendengar suara gemuruh dan seperti ada yang akan runtuh, maka dia pun keluar dari ruangan menyelamatkan diri. ”Saya bersama dengan anggota yang mendengar suara tersebut langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Dan, memang benar saja, sebagian ruangan kita mengalami kerusakan,” jelasnya.

Lurah Sei Lakam Barat, M Rahendra secara terpisah menyetakan, dia sudah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terkena hantaman angin puting beliung. ”Sejauh ini ada 40 rumah yang terkena termasuk bangunan Polres Karimun. Bangunan tempat tinggal atau yang paling banyak terkena angin puting beliung di Telaga Tujuh, Kolong Bawah. Hal ini disebabkan lokasi pemukiman dekat laut dan asal angin memang dari bagian laut,” ungkapnya.

Meski banyak rumah warga yang mengelami kerusakan akibat angin puting beliung, katanya, tidak ada korban jiwa atau yang mengalami luka-luka. Melainkan, hanya kerugian dalam bentuk materil belum dapat dipastikan. Yang jelas, bisa lebih dari Rp300 juta. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar