Dikucurkan Rp 66 Miliar, Baru Rp 7 Miliar Dana Bansos Diselidik, Sisanya Menyusul

582
Pesona Indonesia
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol

batampos.co.id – Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kepri, Asri Agung Putra menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam akan terus berlanjut.

Baca Juga: Calon Tersangka Baru Kasus Bansos dari Disdik dan Biro Kesra Batam

Sebab dari Rp 66 miliar anggarannya, baru sekitar Rp 7 miliar yang masuk proses penyidikan. Yakni di organisasi Persatuan Sepakbola (PS) Batam.

Seperti diketahui, Kejati telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini yang terlibat dalam penyaluran dana bansos dan hibah untuk PS Batam. Ketiganya adalah mantan Ketua PS Batam Aris Hardy Halim, mantan Bendahara PS Batam Rustam Sinaga, dan mantan Kabag Keuangan Pemko Batam, Khairullah.

”Masih ada sekitar Rp 59 milliar lagi, dana itu dikucurkan melalui beberapa SKPD,” kata dia.

Selain disalurkan untuk insentif guru TPQ dan PS Batam, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah Pemko Batam juga dikucurkan ke beberapa pihak lainnya. Mulai dari instansi semi pemerintahan, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat berbentuk organisasi.

“Ada juga yang disalurkan ke masyarakat perorangan,” katanya.

Rahmat merinci, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah itu sebanyak:

  1. Rp 11,2 milliar lebih dihibahkan ke instansi vertikal,
  2. Rp 3,2 milliar lebih dihibahkan ke organisasi semi pemerintahan, s
  3. Rp 15,6 milliar lebih dihibahkan ke sekolah-sekolah swasta di Batam.
  4. Rp 22, 6 milliar lebih dihibahkan ke kelompok masyarakat berbentuk organisasi dan sebanyak Rp 14,8 milliar lebih dihibahkan ke masyarakat perorangan. (ias/bp)

Baca Juga:
> Disebut Terlibat Korupsi Bansos, Agussahiman: Saya Siap Diperiksa
> Kejati Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bansos Batam

Respon Anda?

komentar