Dishub Survei ke Penyengat, Pelajari Persoalan Tower Telekomunikasi

636
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi. foto:yusnadi/batampos
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi mengatakan, dia telah meminta bidang udara untuk melaksanakan survei ke Pulau Penyengat. Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam rencana pembangunan tower telekomunikasi di Pulau Penyengat.

“Survei ini penting supaya kita dapat merumuskan rencana kerja dalam mencari solusi,” ujar Wan Samsi, Kamis (9/6).

Jika data telah dikumpulkan, selanjutnya tidak menutup kemungkinan untuk digelar pertemuan bersama operator telekomunikasi dan juga warga Pulau Penyengat. “Apapun bentuknya harus dibicarakan dengan masyarakat Penyengat,” ujarnya.

Wan Samsi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan salah satu operator telekomunikasi yang sebelumnya pernah membangun tower telekomunikasi di Pulau Penyengat.

Pihak Telkomsel dikatakan Wan Samsi, menumpang di Telkom yang ada Penyengat. “Kata mereka memang di Penyengat kondisi pengguna jaringan sudah full. Tower sekarang milik Telkom dan mereka sewa. Dan belum bisa menambah kapasitas karena tidak diizinkan mendirikan tower,” ujarnya.

Atas persoalan tersebut, Wan Samsi telah menyarankan membangun tower dengan bentuk menara kamuflase berbentuk pohon. “Karena membangun tower tidak boleh mengganggu situs,” ujarnya.

Menara kamuflase ini dikatakan Wan Samsi menyesuaikan dengan kearifan lokal Pulau Penyengat. “Dan Itu yang harus dipahami operator,” ujarnya.

Karena itu, operator telekomunikasi juga sangat disarankan untuk melakukan survei ke lapangan.

“Kami berusaha memfasilitasi apa yang bisa dilakukan Pemko Tanjungpinang. Karena kami sangat mendukung supaya komunikasi di daerah wisata berjalan lancar,” ujarnya.

Warga Penyengat, Dani berharap tower segera dibangun di Pulau Penyengat. Tapi, kata dia, pembangunan tower telekomunikasi sangat diharapkan tidak mengganggu situs sejarah. “Dan juga tidak mengganggu kepentingan umum,” ujarnya.(lra/bpos)

Respon Anda?

komentar