Enam Jam Terapung di Laut 3 Awak Kapal Diselamatkan Wakapolres Lingga

1007
Pesona Indonesia
Wakapolres Lingga Ikhsan (tengah) foto setelah menyelamatkan tiga korban kecelakaan laut.
Wakapolres Lingga Ikhsan (tengah) foto setelah menyelamatkan tiga korban kecelakaan laut.

batampos.co.id – Kapal KM Berkah, 15 GT berlayar dari Batam ke Daik Lingga dengan muatan sembako.

Tiba di perairan Benan, Kapal yang dinakhodai, Jubir, 41, tidak dapat menahan kerasnya ombak. Kapal mereka karam pada titik koordinat 104.26.00 BT, 00.33.00.LU, Rabu (8/6) sekitar pukul 12.00 wib.

Nakhoda dan dua Anak Buah Kapal (ABK) tercebur ke laut. Mereka berpegangan papan pecahan palka kapal. Selama 6 jam mereka terendam di ari laut.

Adalah Wakapolres Lingga Kompol Ikhsan B Syahroni melihat mereka terendam di laut.

Saat melintas diperairan Benan dengan menumpang fery reguler Lingga Permai dari Tanjungpinang, Ikhsan melihat Jubir dan dua ABK KM Berkah yakni, Idris dan Fitri terombang-ambing di atas laut.

Dari kejauhan penglihatan itu masih belum begitu jelas, ditambah tingginya gelombang laut yang sering menyembunyikan mereka dari pandangan sebelumnya.

“Saya melihat warna life jack yang mereka kenakan. Mereka juga mengacungkan kayu untuk meminta tolong kepada siapa saja yang melintas,” kata Ikhsan.

Untuk memastikan temuan itu, Ikhsan meminta kapten fery Lingga Permai, berbalik arah melihat serta sekaligus menolong ketiga korban laka laut tersebut. Setelah dekat dengan ketiga korban dan dapat dipastikan mereka korban kecelakaan laut, Ikhsan langsung melemparkan pelampung, sekaligus menarik korban naik ke atas kapal.

Setelah mengangkat ketiga korban tersebut, tanpa dikomandoi sejumlah penumpang fery memberikan bantuan. Ikhsan sendiri memberikan baju miliknya kepada salah seorang korban.

Pengakuan ketiga korban, mereka telah mengapung di laut selama enam jam tanpa arah yang jelas.

“Salah seorang korban mengatakan tidak memikirkan kondisi tubuh mereka lagi, yang ada hanya pikiran sanak keluarga mereka di rumah,” kata Ikhsan menirukan perkataan salah seorang ABK.

Ikhsan memperkirakan jika ketiga korban terlambat diselamatkan mereka akan hanyut di jalur pelayaran selat Philip.

“Setelah kami temukan, mereka telah terseret arus sekitar enam mil laut, yakni kejadian di perairan Pulau Abang dan ditemukan di perairan Benan Kabupaten Lingga,” kata Ikhsan menceritakan pengakuan tiga ABK tersebut. (wsa)

Respon Anda?

komentar