Hampir Setahun Pulau di Perbatasan Ini Tanpa Listrik

448
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Masyarakat Kecamatan Pulau Laut Natuna yang berada di perbatasan Vietnam dan Malaysia sudah lama tidak menggunakan listrik untuk penerangan.

Sekitar 3.000 an penduduk Pulau Laut ini kini hanya menggunakan lampu minyak tanah untuk penerangan malam hari. Sudah 11 bulan lebih lamanya tiga desa di pulau itu gelap gulita.

“Beginilah kami di Pulau Laut, berada jauh di utara. Listriknya pakai minyak tanah, dah hampir setahun begini. Kadang bulan puasa terasa susah, balik ke zaman penjajahan,” tutur Aminudin warga Pulau Laut kemarin.

Di Pulau Laut sebenarnya terdapat mesin diesel pemerintah daerah yang dikelola Perusda. Namun sejak tahun 2015 lalu mesin tersebut tidak dioperasikan karena subsidinya dicabut.

Bambang, Kasi Keamanan dan Ketertuban Umum Camat Pulau Laut mengaku, dua mesin perusda sudah 11 bulan tidak beroperasi. Masyarakat terpaksa menggunakan lampu minyak tanah untuk penerangan.

“Bagi warga punya uang, mereka pakai genset, tapi yang tak punya pakai pelite (lampu mitan),” tutur Bambang.

Dikatakan Bambang, masyarakat Pulau Laut kini menaruh harapakan kepada pemerintahan baru, untuk memberikan solusi persoalan listrik di Pulau Laut yang berkepanjangan.

“Tetangga seberang itu (Malaysia dan Vietnam,red) terang benderang, tapi pulau peabatas wilayah gelap, mungkin kalau dibolehkan kami minta listrik ke tetangga,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, pemerintah daerah bisa menyerahkan aset yang dikelola Perusda kepada PLN, jika tidak mampu mengoperasikannya.

“Hibahkan aset bisa jadi solusi, supaya dua mesin dan jaringan ke tiga desa kembali terang,” kata Bambang.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar