Kebocoran Pipa Air Sebabkan Air Keruh, ATB Batam Memohon Maaf

405
Pesona Indonesia
Proses perbaikan pipa bocor.
Proses perbaikan pipa bocor.

Perbaikan pipa bocor di Simpang Jam sudah selesai dilakukan Kamis malam (9/6). Pipa ini bocor akibat terkena alat berat pengerjaan proyek jalan layang.

Meski belum sepenuhnya normal, saat ini suplai air ke sebagian besar pelanggan yang terdampak sudah mulai mengalir.

Hanya saja, Distrubition Manager ATB Muflikhin mengungkapkan, air yang mulai mengalir ke pelanggan kotor dan berwarna kecoklatan. Namun air keruh tersebut hanya bersifat sementara. Setelah dialirkan beberapa saat, air akan kembali jernih dan tidak lagi keruh.

“Hal tersebut dikarenakan terjadi turbulensi akibat perbedaan tekanan. Pipa yang kosong cukup lama, saat mendapat aliran air dengan tekanan tinggi menyebabkan sisa-sisa kotoran dalam pipa terbawa ke pelanggan. Sebenarnya ATB selalu membersihkan pipa secara berkala, namun saat kondisi seperti ini, kami harus langsung mengalirkan air ke pelanggan agar tidak terlalu lama mengalami gangguan suplai air,” ungkap Muflikhin, Jumat (10/6).
Air keruh tersebut bisa juga karena jaringan dalam pipa pelanggan yang sudah termakan usia dan tidak sesuai peruntukan. Pipa untuk AC misalkan digunakan untuk pipa air, sehingga hasilnya tidak optimal. Pipa tersebut bisa saja kotor atau ditumbuhi lumut sehingga pada waktu tertentu, lumut dan kotoran yang ada di pipa keluar terbawa air yang mengalir.

Air ATB yang keruh akibat perbaikan kebocoran air di Simpang Jam, dan air ATB yang jernih saat kondisi normal.
Air ATB yang keruh akibat perbaikan kebocoran air di Simpang Jam, dan air ATB yang jernih saat kondisi normal.

Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno mengungkapkan, ATB memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena kualitas air ATB yang keruh akibat perbaikan kebocoran. Namun ia menegaskan, hal tersebut hanya bersifat sementara.

“ATB sudah mengolah air sesuai dengan standar  yang ditetapkan WHO dan Permenkes. Air hasil olahan ATB di di Instalasi Pengolahan Air (IPA) bahkan sudah siap minum, namun dalam proses distribusi terkadang air tersebut menurun kualitasnya, salah satunya karena kebocoran pipa,” ujar Enriqo.

Ia juga memohon maaf karena suplai air sempat terganggu akibat kebocoran pipa tersebut. Apalagi pelanggan yang tinggal di wilayah lebih tinggi dan lebih jauh masih memerlukan waktu normalisasi yang lebih panjang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut,  bila ada pelanggan yang masih kesulitan air karena dampak kebocoran pipa di Simpang Jam dapat menghubungi call centre ATB di nomor 0778-467111 untuk informasi bantuan suplai air gratis,” ujarnya. (*)

Respon Anda?

komentar