Tabung penyimpan gas
Tabung penyimpan gas

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Muramis mendesak Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam segera memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada kapal pengangut CNG (gas yang dipadatkan) dari Batam ke Bintan.

Apabila tidak juga dikeluarkan surat itu, Gubernur Kepri punya hak memanggil melalui Dishub Kepri.

“Pemerintah Daerah sudah menyurati Kanpel Batam, kemarin (Rabu,red). Kalau juga tidak ada respon, kami akan lakukan pemanggilan terhadap Kanpel Batam. Apa penyebab sampai masalah ini berlarut-larut,” ujar Muramis.

PT PLN Batam mulai kelimpungan menangani pasokan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tokojo, Kijang dan PLTMG Dompak, Tanjungpinang sejak awal bulan lalu. Kemarin, Kamis (9/6) persediaan sudah habis. Terputusannya pasokan gas masih disebabkan bermasalahnya izin kapal pengangkut gas dari Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam.

“Laporan yang kami terima persediaan gas di PLTMG Tokojo, Kijang dan PLTMG Dompak, Tanjungpinang sudah habis lagi,” ujar Kepala Bidang Pemanfaatan Listrik dan Energi (Distamben) Provinsi Kepri, Mangara Simarmata.

Menurut Mangara, persoalan ini yang membuat PLN Batam kelimpungan. Dijelaskannya, hal disebabkan bukan tiadanya gas, melainkan tidak kunjung dikeluarkannya Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kanpel Batam untuk kapal pengangkut gas milik PLN Batam.

“Pemerintah Provinsi Kepri melalui Distamben Kepri sudah menyurati Kanpel Batam, terkait hal ini. Akan tetapi sampai saat ini, masih belum ada respon dari meraka (Kanpel,red),” ungkap Mangara.

Dikatakannya juga, karena terbatas persediaan gas di PLTMG, Tanjungpinang dan Bintan masih mengalami pemadaman bergilir. Bahkan laporan yang kami terima, masyarakat di Tanjungpinang ada menjalani sahur dalam kondisi diterangi lilin.

“Jika Kanpel masih mengedepan ego sektoral, masyarakat yang akan jadi korban. Padahal ini untuk kepentingan bersama,” jelas Mangara.

Seperti diketahui, terputusnya pasokan daya dari PLTMG Tokojo, Kijang dan PLTMG Dompak, Tanjungpinang. Tentu akan menggangu sistem kelistrikan di Pulau Bintan. Apalagi kedua pembangkit tersebut saat ini, menyumbang 12 mega watt. (jpg)

Respon Anda?

komentar