Ribuat Umat Islam Ikut Salatkan Muhammad Ali

784
Pesona Indonesia
Prosesi pemakaman Muhammad Ali secara Islam digelar di Freedom Hall, Louisville, Kentucky, Kamis (9/6/2016) waktu setempat. Sebanyak 14 ribu pelayat datang untuk mendoakan atlet muslim paling berpengaruh di dunia tersebut. Foto: Lucas Jackson/reuters
Jenazah Muhammad Ali saat akan disalatkan di Freedom Hall, Louisville, Kentucky, Kamis (9/6/2016) waktu setempat atau Jumat (10/6/2016) WIB. Foto: Lucas Jackson/reuters

batampos.co.id –  Prosesi pemakaman legenda tinju dunia Muhammad Ali telah dilakukan di Freedom Hall, Kamis (9/6/2016) waktu setempat atau Jumat (10/6/2016) dini hari WIB.

Sebelum dimasukkan ke liang lahat, jenazah Ali terlebih dahulu disalatkan. Ada ribuan umat Islam dari berbagai negara datang mensalatkan Ali.

Seperti diketahui, Ali wafat pada Sabtu (4/6/2016) pekan lalu dalam usia 74 tahun.

Usai disalatkan, Ali tak langsung dimakamkan karena memberi kesempatan fans Ali memberikan doa. Setelah itu, barulah jenazah ali dikuburkan di Cave Hill Cemetery, Louisville, Kentucky, Jumat (10/6/2016) waktu setempat atau Sabtu (11/6) dini hari.

Proses pemakaman Ali yang dilakukan secara Islam dan dihadiri lebih dari 14 ribu umat Islam dari berbagai negara, khususnya dari Amerika Serikat, sekaligus menunjukkan bahwa Islam sudah jadi bagian di Negeri Paman Sam.

“Ini sudah direncanakan Muhammad (Ali). Dan ingin pemakamannya menjadi momen pembelajaran,” ujar Imam Zaid Shakir, imam terkemuka AS yang akan memimpin salat jenazah.

Timothy Gianotti, seorang cendekiawan Islam di University of Waterloo, Kanada yang juga bekerja untuk keluarga Ali, mengatakan setiap pelayat punya waktu beberapa menit untuk mendoakan Ali.

Selama prosesi doa untuk Ali itu, takbir (Allahu Akbar) tak henti-hentinya berkumandang.

 

Meski menggunakan proses pemakaman Muslim, keluarga Ali sudah mempersiapkan selama 10 tahun agar prosesi tersebut juga bisa beradaptasi dengan kultur Barat. Sehingga non muslim juga bisa datang melihat dan mendoakan Ali.

Ali memang salah satu tokoh Muslim yang sangat menonjol. Mengubah nama aslinya dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali sekaligus memeluk Islam. Ia sukses mengejutkan dunia tinju Amerika Serikat.

Sejak saat itu, ia memperjuangkan ras kulit hitam Amerika dan juga warga Muslim di AS. Ali juga menolak untuk ikut wajib militer tentara Amerika ketika harus berperang di Vietnam.

“Kepergian Muhammad Ali membuat kami jadi sedikit merasa kesepian di dunia ini,” ucap Sherman Jackson, seperti dilansir IBTimes.

Sarjana muslim dari University of Southern California yang mengaku berterima kasih atas perjuangan Ali memajukan warga kulit hitam Amerika Serikat lewat pergerakan sipil tahun 1960. (reuters/jpg/SDN/nur)

Respon Anda?

komentar