Stok Aman, Tapi Harga Daging Sapi Beku dan Segar Naik Rp 5 Ribu per Kilogram

611
Pesona Indonesia
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Setelah impor daging dibuka, diharapkan harga turun di bawah Rp80 ribu per kilo. Foto: jpnn
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 140 ribu per kilogram. Foto: jpnn

batampos.co.id – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan di seluruh pasar tradisional dan swalayan di Kabupaten Bintan. Khususnya pada komoditas daging sapi baik yang beku maupun segar terjadi kenaikan harga Rp 5 ribu per kilogram (Kg). Daging sapi beku yang awalnya dijual Rp 85 ribu per Kg saat ini menjadi Rp 90 ribu per Kg. Begitu juga dengan daging sapi segar yang awalnya dijual Rp 135 ribu per Kg saat ini menjadi Rp 140 ribu.

“Baru empat hari puasa harga daging sudah melonjak Rp 5 ribu per Kg. Kenaikan harga ini terjadi di seluruh pasar tradisional dan swalayan se Bintan,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), Setia Kurniawan saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (9/6).

Harga daging sapi baik beku maupun segar akan mengalami kenaikan kembali menjelang lebaran. Diprediksinya harga daging sapi bakal naik sebesar 30 persen dari harga saat ini atau bisa tembus diangka Rp 180 ribu per Kg untuk daging segar dan daging beku mencapai Rp 130 ribu per Kg.

Meskipun harga daging sapi naik, lanjutnya, dapat dipastikannya ketersediaan ataupun stok daging tetap aman hingga Lebaran tiba. Bahkan bisa memenuhi permintaan masyarakat yang ada di Kabulaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

“Masyarakat tidak perlu takut. Kami jamin ketersediaan daging sapi hingga lebaran tetap aman,” janjinya.

Disperindagkop dan UKM Bintan tidak hanya sekedar menjamin amannya stok daging sapi hingga lebaran. Tetapi juga akan menjamin kadar daging sapi itu agar tetap aman dikonsumsi masyarakat. Demi itu semua, instansinya melakukan kerja sama dengan Badan Balai Karantina dan Dinas Pertanian dan Peternakan.

“Kita juga akan melakukan pengawasan untuk mencegah peredaran daging kadaluwarsa maupun daging oplosan yang dapat mengganggu serta membahayakan kesehatan masyarakat,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar