Tempat Hiburan Malam Harus Tutup Selama Ramadan, atau Izin Dicabut

426
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, menegaskan kepada seluruh pemilik tempat hiburan malam (THM) agar tidak beroperasi selama bulan Ramadan. Bukan itu saja yang diminta oleh Bupati, kegiatan yang bisa meresahkan masyarakat dan mengganggu kenyamanan orang lain seperti main domino di tepi jalan agar tidak dilakukan.

“Kalau main domino didalam rumah tidak masalah, kalau tepi jalan sudah tentu akan meresahkan masyarakat lainnya,” ucap Bupati Anambas Abdul Haris, Kamis (9/8) pagi.

Diakuinya, saat ini Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) belum disahkan oleh pihak legislatif. Walaupun belum disahkan Perda tersebut tidak menyurutkan niat baik Bupati dalam menghimbau agar hiburan malam ditutup selama bulan puasa. Hal ini dilakukan hanya semata untuk menghormati bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dan dapat lebih memberi kenyamanan bagi masyarakat.

Pihaknya mengaku sudah memberikan surat edaran kepada seluruh pemilik tempat hiburan malam agar tidak beroperasi sementara. selain itu dirinya juga telah meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar dapat menjaga dan menertibkan bagi pemilik tempat hiburan yang tidak mengindahkan himbauan dari pemerintah.

Sebelumnya Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dalam menjalin kerjasama bersama instansi vertikal dan pihak penegak hukum lainnya agar dapat membantu segala aktivitas yang meresahkan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bukan hanya Satpol, penegak hukum lainnya juga kita minta bantuan untuk menertibkan jika ada tempat hiburan yang tidak menaati surat edaran tersebut,” jelasnya.

Jika tidak taat dengan kebijakan tersebut maka, akan dicabut izinnya. “Saya yakin pemilik THM akan mentaati kebijakan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya dirinya juga sudah memanggil pemilik hotel agar tidak menerima pasangan tamu yang bukan muhrim. “Hari ini kita sudah panggil pemilik hotel,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar