Waspadai Angin Kencang Disertai Petir

623
Pesona Indonesia
ilustrasi. Foto: AFP
ilustrasi. Foto: AFP

batampos.co.id – Setelah musim kemarau, kini Natuna masuk musim peralihan. Intensitas hujan cukup tinggi dan bahkan berpotensi angin kencang.

Prakirawan BMKG Ranai, Asrul Safarudin, mengatakan, jika dilihat dari letak kumpulan awan comulonimbus yang berada di tengah Pulau Bunguran saat ini kecil kemungkinan terjadinya angin puting beliung.

“Ada kemungkinan kecil bisa terjadi angin puting beliung, atau angin kencang bisa merusak rumah warga pada waktu tertentu, dalam durasi singkat,” kata Asrul, Kamis (9/6).

Secara umum, kata Asrul, Natuna masuk musim peralihan. Beberapa hari kedepan cenderung hujan. Namun masyarakat tetap waspada, karena mudah terjadi angin kencang disertai petir.

“Umumnya gelombang laut perairan Natuna tidak tinggi. Tapi ketika terjadi hujan, bisa menyebabkan gelombang tinggi disertai angin kencang, nelayan harus tetap waspada,” imbau Asrul.

Dikatakan Asrul, saat ini BMKG Ranai masih banyak memiliki kendala membaca perubahan cuaca secara detil. Karena peralatan pendukung masih banyak kekurangan.

Saat ini, BMKG hanya menggunakan citra satelit memantau kondisi cuaca. Sehingga adanya potensi angin puting beling tidak terpantau secara detil. Pantauannya masih 1 kilometer ke atas.

Sebenarnya kata Asrul, untuk membaca potensi terjadi cuaca buruk seperti angin puting beliung bisa menggunakan radar. Bisa mendeteksi lokasi pontensi terjadi.

“BMKG masih kekurangan peralatan. Apalagi sekarang internetnya lelet. Jadi untuk mengupdate perubahan cuaca setiap 10 menit, sulit dilakukan,” terang Asrul.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar