Gubernur Surati Kanpel Batam terkait Izin Pelayaran Kapal Pengangkut Gas

563
Pesona Indonesia

PLTMG Dompak. foto:jailani
PLTMG Dompak. foto:jailani
batampos.co.id – Jika di Batam tengah dilema menghadapi kenaikan TLB, berbeda di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan), PLN tengah kelimpungan karena pasokan gas tersendat. Penyebabnya, macetnya pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal pengangkut gas bagi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Dompak dan PLTMG Tokojo.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun turut kecewa dengan sikap Kanpel Batam. Diakuinya, dalam bertugas ada Standar Operasional (SOP). Akan tetapi menurut Nurdin, sepanjang tidak mengganggu pelayaran, tidak ada salahnya memberikan izin.

“Listrik sesuatu yang vital bagi kita semua. Apalagi dalam menghadapi lebaran ini, tentu kita berharap ada dispensasi yang diberikan,” ujar Nurdin menjawab pertanyaan Batam Pos (grup batampos.co.id).

Masih kata Nurdin, ia akan berkoordinasi langsung dengan Kanpel Batam. Jangan sampai Pulau Bintan mengalami pemadaman bergilir, karena kekosongan gas. Apa yang kurang, kata Nurdin, akan diperbaiki kedepannya.

“Untuk memperbaiki semuanya sekarang tidak memungkin, tentu harus bertahap. Kedepan sama-sama kita perbaki,” jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Listrik dan Energi, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Mangara Simarmata mengatakan, terkait hal ini, Pak Gubernur akan membuat surat ditujukan kepada Kanpel Batam.

“Intinya adalah minta kerjasamanya. Dan ini merupakan surat kedua, yang pertama sekali diteken oleh Bu Sekda,” ujar Mangara.

Dikatakannya juga, apabila tidak ada halanga, Senin (13/6) pihaknya akan mengundang khusus Kanpel Batam, untuk mengkonformasi apa yang menjadi penyebab bermasalahnya izin pelayaran kapal pengangkut gas milik PLN Batam.

“Memang subuh tadi (Jumat subuh,red) kapal pengangkut gas sudah diizinkan berlayar. Akan tetapi, izinnya hanya sampai hari Senin depan saja,” ungkap Mangara.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar