Heboh..Aktor Tampan Ini Jualan Ubi Meski Penghasilannya Ratusan Milyar

842
Pesona Indonesia

020927_617169_MingDao1

batampos.co.id – Kaya tidak harus merubah gaya hidup. Memiliki penghasilan banyak, tidak membuat Ming Dao lupa daratan. Penyanyi sekaligus aktor film itu masih tetap membumi. Baru-baru ini masa lalu bintang film The Prince Who Turns Into a Frog itu terungkap. Ternyata di balik wajah tampannya, ada kisah masa kecilnya yang suram karena kemiskinan.

Dao baru-baru ini terlihat sedang menemani ibunya menjual ubi di sebuah pasar, dan sejak itu banyak wartawan yang mulai tertarik untuk mewawancarai ibunya.

Ibu Ming Dao sendiri mengungkapkan bahwa keluarga sudah melarangnya berjualan di pasar. Namun, dia berkilah dengan mengatakan tidak ada yang gratis di dunia ini.

Menurut sang ibu, Dao adalah anak yang sensitif saat masih kanak-kanak. Di usia 12 tahun, ia sudah membantu ibunya berjualan di pasar. Pada saat itu, mereka kesulitan bertahan hidup. Bahkan untuk membeli mi instan saja mereka tak sanggup.

“Kesederhanaannya terkadang membuat pedih hati saya,” ujar wanita paruh baya ini berkaca-kaca.

Hatinya teriris tiap kali mengenang Dao yang dulunya hanya mengisi piringnya dengan nasi dan lauk saus kental. Ibunya mengatakan, ketika menginjak usia 18 tahun, Dao meminjam uang sebesar NT$ 5 juta (Rp 2 miliar) dari rentenir untuk memulai bisnis keluarga.

Setelah masuk ke dunia hiburan, ia berusaha keras untuk membayar utang keluarganya itu dan mengambil tanggung jawab untuk membiayai rumah tangga.

“Saya bahkan pernah bilang padanya untuk tidak bunuh diri hanya karena uang,” ujar Ibu Ming Dao seperti dilansir dari laman Asianpopnews.

Manajer Dao sebelumnya, Sun Derong pernah mengungkapkan memberikan pinjaman sebesar NT$ 60 ribu (Rp 24 juta) pada Dao untuk membantu keluarganya.

Derong memuji Dao karena sanggup menanggung kesulitan finansial yang sangat berat. Usaha dan kerja keras Dao kini tak sia-sia. Dia diketahui berpenghasilan NT$ 500 juta (Rp 206 miliar) per tahun.

Kekayaan itu tidak membuat Dao gelap mata. Selain masih menemani ibunya berjualan ubi dan Dao juga tidak lupa berkontribusi kepada sesama melalui amal. (mg5/JPNN)

Respon Anda?

komentar