Pembalakan Liar di Lokasi Tumbuhnya Bunga Bangkai

2049
Pesona Indonesia

Ilustrasi
Ilustrasi
batampos.co.id – Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih, menyayangkan pembalakan liar di lokasi ditemukannya bunga bangkai di Gunung Panjang Rintis, Desa Tarempa Selatan.

“Ini yang sangat kita sesalkan, ternyata lokasi pembalakan liar itu di sekitar tumbuhnya bunga bangkai,” ungkap Chatarina kepada wartawan Jumat (10/6) siang.

Dengan kejadian ini dirinya juga khawatir akan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya bunga bangkai di sekitar lokasi. Apalagi bunga itu tidak tumbuh setiap saat dan setiap musim.

“Yang kita khawatirkan, pembalakan liar ini dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya bunga ini, padahal bungan ini merupakan tanaman yang dilindungi,” ungkapnya lagi.

Dirinya sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak karena seharusnya di sekitar tumbuhnya bunga itu harus dipagar sehingga tidak semua orang bisa masuk lokasi apalagi sampai membalak kayu sembarangan.

Namun apa daya pihaknya sendiri tidak bisa memagari lahan tempat bunga bangkai itu tumbuh. Pasalnya untuk membuat pagar itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Tempatnya luas, kita tidak bisa membuat pagar karena tidak ada biaya,” ungkapnya.

Apalagi dirinya juga tahu pasti kondisi keuangan daerah yang semakin hari semakin buruk. “Anggaran kita terus dipotong,” ungkapnya.

Polisi Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas mengamankan tiga mobil pick up yang membawa kayu hasil pembalakan liar dari Gunung Samak Rintis, Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan pada Sabtu (4/6).

Kayu yang diamankan itu sudah siap pakai. Adanya berukuran 4×4 inchi, 2,5×5 inchi, 2×3 inchi hingga papan. Jenis kayu sendiri terdiri dari beberapa macam kayu berkelas yang ada di Anambas, mulai dari kayu balau, kayu krueng kayu pusing dan beberapa jenis kayu lainnya yang tidak kalah bagusnya.

Selain mengamankan kayu, Polhut juga mengamankan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk membalak kayu diantaranya yakni dua unit gergaji mesin, tiga unit parang, dua unit girigen ukuran 5 liter, dua botol oli, terpal satu lembar, sepatu boat satu pasang dan satu tas ransel. Semuanya didapatkan dari sekitar lokasi pembalakan. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar