Pesantren Kilat Ramadan ala Muhammadiyah Dibimbing Tutor Pesantren Gontor

2374
Pesona Indonesia

Pesantren kilat Ramadan di SMP Muhammadiyah Karimun. foto: tri haryono
Pesantren kilat Ramadan di SMP Muhammadiyah Karimun. foto: tri haryono
batampos.co.id – Sebanyak 70 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Karimun sudah tiga hari dua malam mengikuti pesantren kilat Ramadan. Seluruh peserta diinapkan di sekolah tersebut. Kegiatan pesantren kilat Ramadan, sangat berbeda dengan pesantren Ramadan di sekolah lainnya. Karena, para siswa diajar secara mandiri dan dengan format pondok pesantren.

”Anak-anak itu kita bikin seperti pondok pesantren. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur kembali semuanya dilakukan oleh siswa itu sendiri. Dengan kata lain, bagaimana mengelola manajemen sendiri,” kata Yuli Elviza, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Karimun, Jumat (10/6).

Yang cukup menarik yaitu, tutor atau pembimbing pesantren didatangkan dari pondok pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur bersama santri sebanyak 20 orang. Tujuan dari pesantren kilat Ramadan, tidak lain untuk meningkatkan keimaman kepada Allah SWT. Sehingga, siswa nantinya mampu menghadapi tantangan globalisasi masa kini.

Jadi remaja muslim yang tangguh terhadap pengaruh negatif dari luar. Apalagi Kabupaten Karimun, berbatasan langsung dari negara tetangga. Dengan materi tujuh cinta diantaranya cinta ilmu, cinta puasa, cinta sedakah, cinta salat malam, cinta Alquran, cinta zikir dan cinta masjid yang disampaikan oleh tutor pesantren, semoga dapat diambil hikmahnya.

”Diharapkan, usai Ramadan nanti, para siswa dapat berubah tingkah lakunya, maklum masa-masa puber mereka ini harus benar-benar ditanamkan budi pekerti. Nah, walaupun waktunya tidak banyak tapi insya Allah mereka dapat lebih ditingkatkan budi pekertinya,” ucapnya.

Sementara salah satu pelajar Santi, merasa senang mengikuti pesantren kilat Ramadan yang dilaksanakan oleh sekolah. Sebab, dapat merasakan langsung bagaimana suasana pondok pesantren.

”Luar biasa bang. Begitu ya, kalau sekolah di pondok pesantren,” ungkapnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar