Pundak Ditepuk Pria Berilmu Gendam, Uang Rp 1,5 Juta Lesap

861
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Marasudin (30) pria asal Malaysia tak menyangka uang miliknya sebesar Rp 1,5 juta dikuras pelaku hipnotis di depan Ramayana Jodoh. Korban mengaku telah diperdaya oleh seseorang untuk bermain judi dadu saat mengitari Pasar Jodoh.

“Sebenarnya saya tadi mau mencari hape. Kemudian tiba-tiba dihampiri sama seseorang yang ada disitu,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Lubukbaja, Jumat (10/6) malam.

Ia menceritakan kejadian tersebut, bermula ketika dirinya hendak mencari handphone bersama temannya yang juga berasal dari Malaysia. Saat sedang jalan, ia terpisah dengan temannya dan langsung dihampiri oleh seseorang.

Marasudin menduga, terhipnotis oleh pelaku setelah seorang pria tersebut menepuk pundaknya. Ia mulai tak sadarkan diri hingga menuruti permintaan pelaku untuk bermain judi dadu.

“Saat itu ada prian yang menepuk bagian pundak saya. Setelah itu saya seperti orang kebingungan dan menuruti permintaannya,” ujarnya.

Saat diajak pelaku untuk bermain judi dadu, Marasudin mengaku dalam kondisi yang kebingungan. Saat dalam kondisi kebingungan itulah, pelaku langsung meminta kepada Marasudin untuk mengeluarkan seluruh uang yang ada di dompetnya sebanyak Rp 600 ribu dan RM 400 untuk dipertaruhkan dalam permainan judi dadu. Tidak hanya uang, pelaku juga meminta Marasudin untuk mempertaruhkan handphone yang dimilikinya.

“Saat itu tanpa sadar saya mengeluarkan semua uang dan hape yang saya miliki,” ujarnya.

Setelah kalah, Marasudi mengatakan saat itu ia seperti orang kebingungan hingga akhirnya menemui temannya bernama Awi (32) ditempat yang terpisah. Setelah bertemu Awi itulah korban baru sadar jika ia telah di hipnotis.

“Saya jumpa sama dia udah kayak orang linglung gitu. Kemudian saya tepuk punggungnya, baru dia seperti biasanya lagi dan menceritakan semuanya,” tambah Awi saat menemani Marasudin membuat laporan.

Setelah mendapatkan cerita dari Marasudin, sontak saja Awi pun menghampiri lapak judi dadu dimana Marasudin terhipnotis.

“Saat itu saya sempat meminta dia kembalikan uangnya tapi tidak dikasihnya. Kemudian, karena kasihan dan memerlukan hapenya, saya menebus hape dia sama orang itu sebesar RM 150,” ujar Awi lagi.

Atas kejadian ini, korban berharap kepada polisi untuk segera menindak tegas judi dadu yang ada di kawasan pasar Jodoh. Marasudin khawatir jika nantinya bukan tidak mungkin akan ada korban lainnya yang bernasib seperti dirinya.

“Saya harap agar polisi cepat menindak judi di Jodoh ini. Takutnya nanti akan ada korban lainnya,” pungkasnya. (egi)

Respon Anda?

komentar